Kompas.com - 17/12/2019, 18:03 WIB
Ilustrasi anemia shutterstockIlustrasi anemia
|
Editor Wisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com - Anemia atau kekurangan darah sangatlah berbahaya, bahkan juga disebut sebagai silent killer.

Sebab, anemia terjadi secara perlahan dan membuat penderitanya tidak menyadari penyakit tersebut.

"Anemia terjadi pelan-pelan jadi tidak terasa, sehingga tubuh sudah beradaptasi."

Hal itu diungkapkan oleh Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Prof. dr. Endang L Achadi, MPH, Dr.PH, ketika ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (17/12/2019).

Endang menambahkan, anemia sebagian besar disebabkan oleh kekurangan zat besi. Sumber zat besi terbaik adalah dari pangan hewani.

Namun, banyak orang Indonesia justru mengonsumsi pangan hewani hanya dalam jumlah sedikit. Salah satunya karena daging dianggap cukup mahal oleh sebagian masyarakat.

Baca juga: Cegah Anemia, Rutinlah Konsumsi Makanan Ini

Ketika terjadi berkepanjangan, seseorang lama-kelamaan semakin tidak bisa memenuhi kebutuhan zat besinya.

Pada usia remaja, risiko anemia pada perempuan dan laki-laki hampir sama. Namun ketika hamil, risiko perempuan mengalami anemia mencapai 49,8 persen.

Lalu, apa saja bahaya anemia bagi penderitanya?

1. Menurunkan produktivitas

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
RECIPES
SUP PANGSIT
SUP PANGSIT
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X