8 Tantangan Pernikahan Beda Usia

Kompas.com - 30/12/2019, 12:55 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi

KOMPAS.com - Pernikahan komedian Ginanjar Soekmana dengan Tiara Amalia menyedot perhatian sebagian kalangan masyarakat. Pasalnya, usia keduanya terpaut cukup jauh yakni 32 tahun.

Pernikahan dengan perbedaan usia yang cukup jauh sebelumnya juga dilakukan oleh sejumlah artis Hollywood.

Seperti pasangan Catherine Zeta Jones dan Michael Douglas yang berbeda 25 tahun, Nick Jonas dan Priyanka Chopra yang berbeda 10 tahun, Amal dan George Clooney yang terpaut 17 tahun, dan lainnya.

Setiap pernikahan tentunya tidak lepas dari permasalahan. Namun, pernikahan berbeda usia menghadapi sejumlah tantangan masalah yang khas.

Terutama permasalahan yang didasari faktor usia. Sebab keduanya tumbuh dan besar pada zona waktu berbeda.

Baca juga: Beda Usia 39 Tahun, Mantan Suami Super Model Gaet Gadis 21 Tahun

Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Emory University di Amerika Serikat, pasangan dengan perbedaan usia satu tahun adalah yang cenderung paling bisa mengatasi masalah-masalah rumah tangga yang ada, dengan hanya 3 persen kemungkinan perceraian.

Angka kemungkinan perceraian naik hingga 18 persen untuk perbedaan usia lima tahun dan 39 persen untuk perbedaan usia 10 tahun.

Sementara untuk pernikahan dengan perbedaan usia 20 tahun, tampak lebih suram dengan 95 persen kemungkinan memiliki masalah hubungan akut yang memicu perceraian.

Berikut sejumlah tantangan permasalahan yang mungkin akan kamu hadapi jika menikah dengan seseorang yang terpaut usia cukup jauh:

1. Omongan orang sekitar

Pernikahan dengan beda usia jauh akan selalu menjadi topik hangat di kalangan orang-orang terdekat pengantin.

Akan selalu muncul kritik dan rumor yang tak selalu enak didengar. Seolah mereka selalu punya rasa penasaran terhadap hubungan tersebut.

Ketika sosok suami menjadi yang lebih tua, maka suami akan terkesan berposisi sebagai "sugar daddy" sementara sang istri seperti seorang "gold digger".

Orangtuamu juga akan menghadapi pertanyaan-pertanyaan serupa.

Baca juga: Berapa Usia Ideal Menikah?

2. Menyalahkan jarak usia dalam menghadapi masalah

Meskipun masalah yang dihadapi adalah masalah yang juga dihadapi pasangan suami-istri lain, orang-orang akan cenderung menyalahkan jarak usia sebagai sumber permasalahan.

Hingga pada suatu titik, kamu mungkin juga akn meragukan hubungan tersebut dan berpikir mungkin masalah muncul karena perbedaan usiamu dan pasangan.

Masalah sebenarnya bisa saja sangat sederhana atau disebabkan faktor lain, namun kamu cenderung akan menyalahkan jarak usia yang jauh sebagai faktor terbesar dari masalah pernikahanmu.

 

3. Masalah ketidakcocokan

Semakin jauh jarak usia, semakin besar kemungkinan pasangan menghadapi masalah ketidakcocokan.

Sebab pasangan tersebut berada di generasi yang berbeda, sehingga ada kemungkinan pola pikir masing-masing tak dapat bertemu dan menyelesaikan satu masalah dalam pernikahan.

Selain itu, masing-masing juga mungkin memiliki ekspektasi hidup yang berbeda dari sebuah pernikahan.

Kamu dan pasangan mungkin saja dimabuk asmara hingga waktu pernikahan kalian, tapi jika tidak cocok saat menjalaninya dalam beberapa bulan pertama, tentu itu bukan pertanda baik.

Baca juga: 7 Pemeriksaan Kesehatan Penting Sebelum Menikah

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber Bonobology
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X