Cegah Corona, Cuci Tangan Lebih Efektif Dibanding Hand Sanitizer

Kompas.com - 03/03/2020, 10:36 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Pengumuman adanya dua orang di Indonesia yang positif terjangkit virus corona membuat sebagian orang menyerbu supermarket dan minimarket.

Hand sanitizer dan masker adalah dua barang yang nyaris ludes di banyak tempat dan membuat harganya melambung.

Para ahli menganjurkan untuk melakukan sejumlah hal pencegahan penyebaran virus, termasuk salah satunya dengan rajin mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan produk seperti hand sanitizer.

Nah, di antara keduanya, mana sebetulnya yang lebih efektif mencegah penyebaran virus corona?

Virus corona, dari apa yang kita ketahui, mirip dengan (epidemi sebelumnya) SARS dan MERS, jadi seharusnya tidak sesulit mikroorganisme untuk dibunuh."

"Sabun dan air, dan pembersih tangan berbahan dasar alkohol, dapat membunuhnya," kata direktur medis unit patogen khusus di Boston Medical Center, Dr Nahid Bhadelia, kepada The Post.

Namun, terkait mana yang lebih efektif, Bhadelia dan beberapa pakar lainnya percaya bahwa membersihkan tangan secara umum merupakan pilihan yang lebih baik.

Baca juga: Cegah Infeksi Virus Corona, Rajinlah Cuci Tangan dengan Benar

Cuci tangan juga dianggap lebih efektif untuk menghilangkan kotoran yang membandel dan membunuh patogen tertentu.

Selain itu, cuci tangan dengan sabun juga dinilai bisa membantu kita menangkal lebih dari virus corona.

"Ini juga akan melindungi kita dari penyakit menular lainnya, seperti flu dan penyakit diare," kata Bhadelia.

Sabun apa pun bisa digunakan. Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), tidak ada bukti ilmu yang cukup yang menyarankan bahwa sabun antibakteri yang dijual bebas lebih efektif untuk mencegah penyakit daripada sabun biasa.

Namun, jika kamu tidak bisa menemukan tempat cuci tangan atau berada dalam perjalanan, hand sanitizer dan tisu juga bisa menjadi alat yang efektif untuk membunuh kuman penyebab penyakit.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), produk-produk yang dibuat dengan setidaknya 60 persen alkohol cenderung menjadi yang paling efektif.

Untuk mengetahuinya, kamu bisa memeriksa bagian belakang label dan mencari frasa seperti etil alkohol, etanol, isopropanol, atau n-propanol.

Namun, kita juga harus belajar cara menggunakannya dengan benar.

"Kita bisa memiliki semua pembersih tangan dan sabun yang kita inginkan, tetapi jika tidak mencuci atau menggunakannya dengan benar, kita mungkin masih meninggalkan virus di tangan," kata Bhadelia.

CDC merekomendasikan membasahi tangan dengan air bersih yang mengalir, kemudian menggunakan sabun. Saat menyabuni tangan, pastikan juga membersihkan punggung tangan, sela-sela jari, dan di bawah kuku.

Baca juga: 7 Cara Cuci Tangan untuk Antisipasi Virus Corona

Gosok tangan setidaknya selama 20 detik hingga bersih, lalu keringkan dengan handuk bersih atau biarkan mengering sendiri.

Untuk hand sanitizer, instruksi bervariasi berdasarkan produk, baik itu jumlah semprotan maupun jumlah yang bisa ditambahkan ke tangan. Selain mengikuti pedoman itu, pastikan semua area tangan terkena produk, termasuk di antara jari dan di bawah kuku, lalu gosok hingga kering.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber NYPost
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X