Kompas.com - 09/03/2020, 14:41 WIB
. iStockphoto.

KOMPAS.com - Satu hal yang bisa menyelamatkan manusia dari bencana adalah sesuatu yang dilakukan terus-menerus, namun tidak bisa dihentikan.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, salah satu cara terbaik memerangi penyebaran virus corona --serta memperlambat pandemi-- adalah berhenti menyentuh wajah.

Untuk beberapa alasan, tindakan ini terdengar mustahil. Lagi pula -tentu saja, ini bukan satu satunya hal yang direkomendasikan.

Baca juga: 6 Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Mencuci Tangan

Kita juga harus sering mencuci tangan, menutupi batuk dengan siku, dan menghindari kontak dengan orang sakit.

Masker tidak direkomendasikan untuk orang sehat, sehingga kita tidak usah khawatir harus mencukur jenggot.

Jadi, mengapa sangat penting untuk tidak menyentuh wajah?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kita belum tahu berapa lama virus corona dapat bertahan di permukaan keras seperti gagang pintu, atau pagar. Namun virus serupa telah terbukti bertahan selama berhari-hari.

Itu memberi peluang pada jari kita untuk terpapar virus dan memindahkan virus tersebut ke selaput lendir di wajah -mata, hidung, dan mulut-- yang kemudian menyalurkan virus ke dalam tubuh.

Baca juga: Kenali, Batuk Kering Penanda Virus Corona

Bukan hanya virus corona, segala jenis penyakit lain seperti pilek dan flu akhirnya menginfeksi kita dengan cara ini.

Virus juga bukan satu-satunya alasan bagi kita untuk menghentikan kebiasaan menyentuh wajah. Sebab, pilihan tersebut disebut dapat membuat kulit menjadi lebih cerah.

Sebuah studi di tahun 2015 yang merekam sekelompok mahasiswa kedokteran selama kuliah menemukan, para mahasiswa menyentuh wajah mereka rata-rata 23 kali dalam satu jam.

Uniknya, kelompok mahasiswa tersebut bergerak di bidang medis --yang seharusnya lebih tahu akan penyebaran virus ke wajah.

Hal terburuk tentang mencoba tidak menyentuh wajah kita adalah jika kita terpaksa melakukannya saat seseorang memulainya lebih dulu.

Ini seperti saat orang mulai menguap, kemudian kita juga ikut menguap. Fenomena ini sebagian besar tidak dapat dijelaskan oleh sains.

Baca juga: Uniknya Cara Penata Rambut di China Cegah Corona

Semakin banyak kita mendengar betapa pentingnya untuk tidak menyentuh wajah, semakin sulit pula mencegah tangan kita untuk melakukan hal tersebut.

Sederhananya, kita tidak ingin sakit atau wajah menjadi penuh jerawat, namun kita sulit menghilangkan kebiasaan itu.

Kelley Zinka, praktisi perawat keluarga di Vancouver Clinic, Vancouver, Washington, mengakui tindakan menyentuh wajah sangat sulit dihentikan.

"Orang-orang merasa gatal di bagian hidung, atau mereka mencoba memperbaiki rambut mereka," kata Zinka.

Baca juga: Antisipasi Penularan Virus Corona di Mal

"Namun fundamental untuk mencegah sakit adalah mencuci tangan dan menghindari menyentuh wajah --hal yang seharusnya sudah kita lakukan."

Menyentuh wajah adalah kebiasaan, dan sangat sulit diubah. Namun kita dapat mengambil manfaat dari kekhawatiran terkait wabah untuk hidup lebih bersih.

Centers for Disease Control and Prevention pun menganjurkan agar kita mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber GQ
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.