Benarkah Afrodisiak dapat Merangsang Gairah Seksual?

Kompas.com - 17/04/2020, 13:25 WIB
Ilustrasi bercinta LuckyBusinessIlustrasi bercinta
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Berhubungan seks dengan pasangan adalah salah satu kegiatan yang menyenangkan. Selain mendapat kepuasan fisik, Anda bisa juga merasa lebih dekat secara emosional dengan pasangan.

Namun ada kalanya Anda membutuhkan gairah ekstra untuk bisa memuaskan pasangan. Itu sebanya mengapa banyak orang mencari cara untuk meningkatkan gairah seksual. Nah, pernahkah Anda mendengar istilah afrosidiak?

Afrosidiak adalah istilah untuk berbagai jenis makanan, minuman, ramuan, atau obat yang dipercaya dapat meningkatkan birahi.

Sejak zaman dulu, berbagai budaya di dunia memiliki afrosidiaknya sendiri-sendiri. Di Asia, ginseng dipercaya dapat meningkatkan gairah dan stamina para pria di ranjang.

Sementara suku Aztec di Amerika Tengah percaya bahwa cokelat adalah rahasia keperkasaan pria.

Di Indonesia sendiri, ada yang percaya bahwa mengonsumsi “sate torpedo” yang terbuat dari penis kambing atau meminum darah ular dapat meningkatkan performa di atas ranjang.

Baca juga: Benarkah Makan Daging Kambing Bisa Meningkatkan Gairah Seksual Pria?

Tapi benarkah afrosidiak dapat meningkatkan gairah seksual?

Dari sudut pandang sejarah dan ilmiah setelah mengonsumsi makanan afrodisiak, gairah seks umumnya muncul karena dipengaruhi oleh sugesti atau efek plasebo.

Tapi secara medis, tidak semuanya terbukti secara ilmiah mampu meningkatkan gairah seks.

Ada makanan afrodisiak yang kurang berefek sehingga perlu dikonsumsi dalam jumlah besar dan rutin agar terasa khasiatnya. Namun itu pun berisiko merusak kesehatan karena Anda jadi terdorong untuk mengonsumsi sesuatu dengan porsi yang berlebihan.

Halaman:


Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X