Konsumsi Vitamin D untuk Atasi Depresi, Ampuhkah?

Kompas.com - 05/05/2020, 19:00 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi

Meningkatkan kadar vitamin D dapat membantu memperbaiki kesehatan secara umum dan rasa kesejahteraan mental yang lebih kuat.

Namun, penelitian belum membuktikan bahwa konsumsi lebih banyak vitamin D adalah pengobatan untuk depresi.

Sebuah studi tahun 2014 yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism menemukan, tidak ada efek ketika vitamin D ditambahkan 4.000 IU pada mereka yang depresi dibanding dengan yang diberikan plasebo.

Lalu, tinjauan pada tahun 2019 terkait pasien dengan depresi yang ditambahkan 70 mikrogram (sekitar 2.800 IU) vitamin D3 juga tidak menemukan perubahan setelah suplementasi.

"Kami tidak memiliki bukti yang dapat merekomendasikan ini sebagai pengobatan lini pertama untuk depresi," kata Dorothy Sit, MD, psikiater di Northwestern Medicine.

Sebaliknya, dokter akan merekomendasikan kombinasi terapi dan pengobatan sebagai langkah pertama untuk mengobati depresi.

Langkah itu diikuti oleh sejumlah perubahan gaya hidup, seperti olahraga teratur dan makan sehat demi mengurangi gejala depresi.

Baca juga: Rajin Bangun Pagi Dapat Mengurangi Risiko Depresi?

Makanan yang mengandung vitamin D

Meski vitamin D tidak mengurangi risiko depresi secara signifikan, penting untuk memenuhi kecukupannya lewat asupan makanan.

Sumber terbaik vitamin D meliputi jamur, kuning telur, salmon, dan ikan berlemak lainnya.

Beberapa makanan juga diperkaya dengan vitamin D, artinya jumlahnya ditambahkan lebih banyak. Ini biasanya termasuk susu, yogurt, sereal, dan jus jeruk.

Selain itu, jika kita berniat mengonsumsi suplemen vitamin D, konsultasikan kepada dokter untuk memeriksa kadar vitamin D kita dan menentukan dosis yang tepat sesuai kebutuhan.

Baca juga: Vitamin D Mencegah Tubuh Terinfeksi Virus Corona, Benarkah?

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X