Ramadhan di Rumah, Ini Tradisi Masyarakat yang Berubah

Kompas.com - 08/05/2020, 09:25 WIB
Imam saat melaksanakan Tadarus Al-Quran di Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (25/4/2020). Dewan Pengurus Masjid Agung Sunda Kelapa memutuskan untuk meniadakan Tarawih dan kegiatan lainnya yang bisa menimbulkan kerumunan, tetapi tetap menggelar ibadah rutin seperti salat 5 waktu, tadarus, dan Tarawih selama Ramadhan. Namun ibadah tersebut hanya diikuti imam dan pengurus masjid, bukan bagi jemaah umum. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGImam saat melaksanakan Tadarus Al-Quran di Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (25/4/2020). Dewan Pengurus Masjid Agung Sunda Kelapa memutuskan untuk meniadakan Tarawih dan kegiatan lainnya yang bisa menimbulkan kerumunan, tetapi tetap menggelar ibadah rutin seperti salat 5 waktu, tadarus, dan Tarawih selama Ramadhan. Namun ibadah tersebut hanya diikuti imam dan pengurus masjid, bukan bagi jemaah umum.

KOMPAS.com – Bagi hampir seluruh masyarakat, Ramadhan tahun ini sangat berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Banyak aktivitas yang tidak lagi bisa dilakukan karena selama pandemi ini pemerintah mewajibkan masyarakat untuk beribadah dari rumah.

Dalam survei yang diadakan SurveySensum COVID-19 Consumer Behaviour Track, sebanyak 62 persen responden mengatakan yang paling berbeda adalah mereka tidak bisa lagi beribadah ke masjid. Sebanyak 43 persen menatakan banyak interaksi sosial yang tidak bisa dilakukan, seperti bertemu teman atau buka puasa bersama.

Survei itu dilakukan pada 18-20 April 2020 terhadap 500 responden di 10 kota besar di Indonesia.

Dengan begitu banyaknya waktu yang dihabiskan di rumah, kegiatan dalam rumah yang dilakukan masyarakat selama bulan Ramadhan tahun ini lebih bervariasi.

Setidaknya 67 persen masyarakat lebih sering menonton televisi, dan 55 persen masyarakat lebih sering menonton video YouTube serta berselancar di media sosial.

Bermain gim video pun dilakukan oleh 1 dari 3 masyarakat di Indonesia.

“Karena aktifitas di dunia digital meningkat, pengeluaran masyarakat untuk kategori digital pun naik. Pengeluaran 23 persen masyarakat untuk pulsa internet di ponsel lebih besar dibanding Ramadhan tahun lalu. Begitu pula pengeluaran untuk berlangganan internet di rumah bagi 18 persen konsumen kami,” kata CEO SurveySensum & NeuroSensum, Rajiv Lamba.

Baca juga: Sambung Kebersamaan Ramadhan dengan Silaturahmi Virtual selama Pandemi Covid-19

Kesibukan di luar dunia digital tak seluruhnya ditinggalkan selama pandemi COVID-19. Masyarakat lebih sering melakukan kegiatan seperti berkebun, memasak, membersihkan rumah, membaca buku, dan berolahraga.

Pada bulan Ramadhan ini, lebih dari 50 persen konsumen mengisi waktu dengan berkebun, bersih-bersih, dan memasak.

Aktifitas lain yang meningkat selama Ramadhan 2020 yaitu bermain gim, kursus online, olahraga melalui aplikasi, dan menonton film melalui media Over-The-Top (OTT).

Rajiv menuturkan, “Masyarakat semakin antusias untuk berbagi. Membagikan foto keluarga atau anak adalah yang paling banyak dilakukan oleh setidaknya 66 persen masyarakat.”

Ramadhan ini juga menjadi waktu yang tepat untuk memasak sendiri di rumah bagi sebagian besar masyarakat.

Tak heran bila 45 persen masyarakat lebih aktif membagikan foto maupun resep masakannya dan 22 persen masyarakat mulai menjajal aplikasi masak-memasak online. Foto makanan yang dibeli pun juga dibagikan di media sosial oleh 28 persen masyarakat.

Di waktu yang sama, masyarakat semakin sering mengikuti tantangan-tantangan di media sosial (19 persen), membuat video TikTok (14 persen), menulis blog dan e-stories (12 persen), menyiarkan Instagram Live (12 persen), atau membuat video YouTube (10 persen).

Baca juga: Berbagai Tips Puasa di Tengah Pandemi Virus Corona

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X