BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Anlene

Gerak Aktif Dapat Memperpanjang Usia? Ini Tips Olahraga saat Berpuasa di Masa Pandemi

Kompas.com - 15/05/2020, 04:11 WIB
Ilustrasi ibu, anak, dan cucu sedang berjalan-jalan di taman. PressfotoIlustrasi ibu, anak, dan cucu sedang berjalan-jalan di taman.
Penulis Farhanah
|

KOMPAS.com - Saat bulan Ramadhan, umat Islam diwajibkan berpuasa sebulan penuh sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Sehari penuh tubuh tidak mendapat asupan makanan dan minuman.

Setelah seharian menahan haus dan lapar, godaan aneka takjil, gorengan, dan makanan manis tak tertahankan, sehingga membuat sebagian orang makan berlebihan saat buka puasa tiba.

Apalagi di masa pandemi virus Corona atau Covid-19 sekarang, pemerintah mengimbau berkegiatan di rumah saja untuk menghindari penularan. Tubuh pun cenderung kurang bergerak, sehingga pembakaran kalori dan lemak menjadi lambat.

Dengan demikian, tubuh tetap butuh olahraga meski dalam kondisi berpuasa #dirumahaja.

Baca juga: Rekomendasi Olahraga untuk Cegah Hipertensi

Olahraga tak selalu identik dengan usia muda. Anda yang telah dewasa juga tetap disarankan aktif bergerak agar terhindar dari berbagai penyakit seperti jantung, darah tinggi, kolesterol, serta diabetes.

Sebuah jurnal yang dipublikasikan JAMA Network pada Maret 2018 menyebutkan olahraga di usia 40 hingga 60 tahun dapat memberi manfaat positif bagi tubuh. Hasil penelitian ini pun mengatakan, olahraga pada usia dewasa dapat memperpanjang umur seseorang.

Karena itulah, saat berpuasa setiap orang tetap disarankan melakukan aktivitas fisik demi menjaga kebugaran dan kesehatan tanpa batasan usia. Meski demikian, tak perlu berolahraga terlalu berat ketika berpuasa.

Dikutip dari Kompas.com, Minggu (3/5/2020), Deta Tanuwidjaja seorang ahli Ilmu Faal Olahraga Klinis Departemen Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Medik Universitas Padjajaran menjelaskan ada tiga efek berolahraga saat berpuasa, yakni hipoglikemia, dehidrasi, dan ambang laktat yang mudah tercapai.

Baca juga: Ini Jenis Olahraga Bersama Anak yang Bisa Dicoba di Rumah

Hipoglikemia adalah penurunan kadar gula darah dalam tubuh. Kondisi ini menyebabkan tubuh Anda akan lemas, gemetar, hingga berkeringat dingin.

Sementara itu, ancaman dehidrasi terjadi ketika Anda kekurangan cairan. Kondisi ini masih bisa ditoleransi dengan mempertahankan kebutuhan hidrasi di bawah tiga persen dari total cairan tubuh.

Adapun ambang laktat terjadi ketika peredaran darah mulai jenuh, sehingga otot Anda akan mudah lelah.

Sebab itu, dilansir dari Kompas.com, Selasa (25/5/2018), ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika berolahraga di bulan Ramadhan.

Baca juga: Olahraga Sederhana untuk Jaga Kesehatan Paru-paru

Pertama, waktu berolahraga.

Sebaiknya Anda tidak melakukan olahraga saat berpuasa siang hari karena perut dalam keadaan kosong. Waktu yang tepat berolahraga yakni setelah berbuka puasa karena tubuh telah mendapatkan energi lagi dari makanan dan minuman.

Jika Anda tak terbiasa berolahraga saat malam, Anda bisa melakukannya waktu subuh. Pada waktu ini, kondisi tubuh sudah menerima asupan nutrisi dan hidrasi dari makan sahur.

Efek haus yang timbul dari berolahraga setelah sahur masih bisa dikendalikan tubuh karena adanya respon renin-angiotensin-aldosteron yang mampu menahan kadar air tubuh.

Hal terpenting, setelah berolahraga Anda tidak merasa lemas, pusing, hingga pingsan.

Baca juga: Olahraga Idealnya 3 hingga 5 Kali Seminggu, Ini Alasannya

Kedua, jenis olahraganya.

Sebaiknya lakukan jenis olahraga yang biasa Anda lakukan dengan intensitas ringan sampai sedang. Saat berpuasa di masa pandemi ini disarankan tidak mencoba olahraga intensitas tinggi karena dikhawatirkan tubuh tidak mampu melakukannya.

Jenis olahraga intensitas ringan dan sedang bisa dilakukan dengan joging, bersepeda, berjalan kaki di sekitar rumah, atau naik turun tangga dua hingga tiga kali selama 10-15 menit.

Ketiga, tidur cukup.

Hindari begadang agar tubuh Anda tetap fit saat berpuasa. Orang dewasa butuh tidur sekitar 7-9 jam per hari. Jika waktu tidur malam kurang, Anda bisa menambahkan tidur siang pada jadwal harian agar tubuh tetap sehat.

Keempat, jaga cairan tubuh.

Meski puasa, Anda harus tetap memenuhi kebutuhan minum 1,5-2 liter per hari. Anda pun sebaiknya menghindari aktivitas fisik pada siang hari. Terlebih saat cuaca panas karena tubuh akan mengeluarkan banyak cairan. Kondisi ini dapat memicu terjadinya dehidrasi.

Baca juga: Olahraga Berat di Bulan Puasa Berbahaya, Apa Alasannya?

Kelima, penuhi asupan makanan bernutrisi.

Pola makan di bulan Ramadhan memang berubah, yakni hanya saat sahur dan berbuka puasa. Meski demikian, usahakan porsi makan Anda tetap sama dengan hari biasanya.

Ingat, tetap penuhi nutrisi tubuh dengan konsumsi beragam makanan mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.

Asupan karbohidrat saat berbuka puasa dapat mengembalikan kadar glukosa darah yang turun saat berpuasa, sehingga Anda memiliki energi lagi untuk beribadah.

Sebaiknya, pilih makanan yang mengandung karbohidrat kompleks dan serat seperti buah, sayur, kacang-kacangan, biji-bijian, roti gandum, dan pasta.

Baca juga: Bagaimana Olahraga yang Tepat untuk Tingkatkan Daya Tahan Tubuh?

Sementara saat sahur, disarankan mengonsumsi makanan yang mengandung lemak dan protein tinggi. Nutrisi ini akan memperlambat proses pencernaan, sehingga membuat perut tidak cepat lapar dan mempertahankan energi.

Sebagai tambahan informasi, protein juga bantu memulihkan dan memperbaiki sel-sel otot yang rusak ketika berolahraga. Jenis nutrisi ini terdapat pada ikan, daging, telur, dan susu.

Nah, untuk melengkapi nutrisi tubuh ketika berolahraga dan berpuasa, Anda bisa konsumsi susu Anlene Actifit & Anlene Gold Plus yang tinggi kalsium, kolagen, protein, dan vitamin B2, B6, B12,C, D,E, zink, serta magnesium. Zat gizi ini baik untuk dukung gerak aktif Anda ketika beraktivitas fisik.

Kabar baiknya, Anlene Gold Plus tak sekadar bantu jaga kesehatan tulang, sendi, dan otot, tapi juga mengandung serat tinggi untuk bantu jaga kadar kolesterol tetap normal, sumber kalium untuk bantu jaga tekanan darah, serta tanpa tambahan gula yang baik bagi penderita diabetes.

Baca juga: Kuat Berlari Tanpa Batas Usia, Begini Cara Lata Kare dan Julia Hawkins

Manfaat yang tak kalah penting, Anlene Gold Plus juga menciptakan sensasi kenyang lebih lama, sehingga sangat cocok jadi pelengkap nutrisi saat sahur dan berbuka puasa bagi Anda yang telah dewasa.

Meski di rumah saja, Anda tak perlu khawatir! Anda tetap bisa menikmati manfaat susu Anlene dengan home delivery service yang langsung diantar dengan memesan via whatsapp dan careline 0800-111-0-888 (bebas pulsa).

Jangan lupa, cukup konsumsi dua kali sehari untuk jaga hidup sehat dan gerak aktif.

Ya, kesehatan menjadi krusial saat berpuasa di masa pandemi sekarang. Hal yang terpenting, tetap jaga daya tahan tubuh Anda agar tidak gampang sakit dengan berolahraga sesuai kemampuan fisik, istirahat cukup, dan penuhi kebutuhan nutrisi harian.


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya