Kompas.com - 15/05/2020, 13:17 WIB

KOMPAS.com - Anak tidak mendengarkan orangtua sering dicap nakal atau tidak peduli, padahal perilaku tersebut tidak jarang disebabkan oleh kesalahan orangtua. Kalau sudah terjadi, orangtua biasanya marah karena merasa tidak dihargai dan anak pun kesal karena disalahkan.

Akhirnya, komunikasi antara anak dan orangtua semakin renggang dan banyak diwarnai salah paham.

Jadi, apa sebenarnya yang jadi alasan anak tidak mendengarkan orang tua? Baca dulu penjelasan berikut untuk tahu jawabannya ya.

1. Penjelasan terlalu panjang
Saat memberikan peringatan atau penjelasan pada anak, banyak orangtua yang lupa kalau anak sebenarnya belum bisa terlalu lama fokus mendengarkan karena rentang perhatiannya yang relatif pendek.

Sebuah studi yang dilansir oleh Agency for Healthcare Research and Quality juga mengungkap, kalau sekitar 40-80 persen yang disampaikan pada seseorang akan terlupakan atau tidak dimengerti.

Berbicara panjang lebar membuat anak tidak menangkap pesan yang ingin ayah atau ibunya sampaikan, jadi lebih baik sampaikan inti pembicaraan secara singkat dan padat dalam bahasa sederhana yang mudah dimengerti.

Baca juga: PSBB, Masa Tepat bagi Orangtua Tingkatkan Kualitas Hubungan Keluarga

2. Terus mengulang hal yang sama
Merasa Si Kecil tak pernah mendengarkan sehingga Anda harus mengingatkannya berulang kali?

Menurut Doreen Miller, edukator dari Institute of Parenting di Adelphi University, sebagian besar kasus seperti ini sebenarnya terjadi karena kegagalan komunikasi.

Selain harus disampaikan dengan singkat dan spesifik, perintah sebaiknya tidak diulang lebih dari dua kali. Jika Si Kecil langsung melakukan yang diminta, berikan pujian karena ia sudah jadi pendengar yang baik.

Sebaliknya, berikan konsekuensi yang sesuai jika setelah dua kali diingatkan ia masih tidak mendengarkan.

 

IlustrasiShutterstock Ilustrasi

3. Terlalu sering diperintah
Tanpa sadar kita mungkin sering berbicara dengan suara keras dan nada perintah pada anak.
Terlalu sering berbicara seperti itu rupanya malah membuat anak tidak merespon pada suara lembut, dan baru menganggap serius saat Anda berbicara dengan suara keras dan nada memerintah.

Supaya Si Kecil mau mendengarkan, sebaiknya mulai ubah cara orangtua dalam menyampaikan sesuatu menjadi lembut tapi tetap tegas.

Baca juga: 10 Kebiasaan Sehat yang Harus Diajarkan Orangtua pada Anak

4. Anak sedang sibuk mengerjakan sesuatu
Sama seperti orang dewasa yang bisa menjadi kurang awas dengan sekitarnya saat larut dalam kegiatan, Si Kecil juga bisa tidak mendengarkan jika Anda bicara padanya sambil lalu saat ia sedang asyik melakukan sesuatu.

Sebelum menyampaikan sesuatu pada anak, beritahu dulu kalau Anda perlu bicara padanya.
Setelah ia memberikan perhatian, barulah sampaikan apa yang ingin dikatakan sambil menjaga kontak mata.

IlustrasiThinkstockphotos Ilustrasi

5. Anak sedang melatih kekuatan keinginannya
Semakin besar, anak semakin mandiri dan mulai mencoba lebih kuat untuk mendapatkan keinginannya dan mempertahankan posisinya.

Menurut tips dari Alyson Schafer, pakar parenting dari Huffington Post Canada, anak akan cenderung lebih mendengarkan jika orang tua menumbuhkan keinginannya ketimbang memberikan perintah.

Nah, caranya adalah dengan memberikan pilihan dan mengizinkannya mencoba melakukan sesuatu dengan caranya sendiri.

Selain berbagai alasan di atas, tetap ada kemungkinan anak tidak mendengarkan orangtua karena ia memiliki masalah pendengaran. Untuk memastikan, tak ada salahnya memeriksakan Si Kecil ke dokter.

Artikel ini merupakan kerjasama Kompas.com dengan Parenting.Orami.co.id

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.