Awas, Konsumsi Makanan Manis Bisa Bikin Kita Makan Berlebihan

Kompas.com - 13/06/2020, 21:10 WIB
Ilustrasi makanan manis PressmasterIlustrasi makanan manis

KOMPAS.com - Kamu mungkin pernah bertanya-tanya, mengapa sekotak kue terasa seperti sepotong kue? Rupanya itu ada hubungannya dengan otak dan jumlah asupan gula yang dikonsumsi.

Ini karena, menurut sebuah penelitian baru yang dilakukan pada lalat buah, pola makan tinggi gula mengeraskan sirkuit saraf yang digunakan otak untuk mengatur perasaan kenyang dan menghentikan makan berlebihan.

Dengan kata lain, mengonsumsi makanan manis akan menyebabkan kamu makan berlebihan. Tentu saja, itu bukan kabar baik.

Baca juga: Terlalu Banyak Santap Makanan Manis dan Bersantan, Apa Efeknya?

Menurut penelitian, makanan yang memiliki rasa yang kuat sebenarnya membantu memberikan sensasi perasaan yang penuh, yang dalam penelitian disebut fenomena rasa kenyang sensorik.

"Pikirkan makanan yang sangat kompleks dan memiliki rasa yang kuat - misalnya, keju gorgonzola. Rasa tajam dari keju ini membuatnya lebih sulit untuk dimakan dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan dengan mozzarella," kata Monica Dus, ketua peneliti studi UM.

Menurut Dus, jalur saraf yang bergerak dari mulut kita ke otak sebenarnya unik, jika dibandingkan dengan organisme lain.

Namun, sirkuit saraf yang digunakan otak kita untuk memproses rasa manis pada manusia, serupa pada tikus dan lalat - yang memungkinkan penelitian ini terjadi.

Baca juga: Makanan Manis Bisa Memperbaiki Mood, Benarkah?

Karena itu, sebuah penelitian dilakukan pada lalat buah sehubungan dengan reaksi mereka terhadap makanan manis dan apakah itu akan memengaruhi pola makan mereka.

"Pada pola makan tinggi gula, kami menemukan bahwa neuron dopaminergik lalat buah kurang aktif, karena asupan gula tinggi mengurangi intensitas sinyal manis yang berasal dari mulut,” jelas para peneliti.

“Hewan menggunakan umpan balik ini dari dopamin untuk membuat prediksi tentang bagaimana akan memberi hadiah atau mengonsumsi makanan. Pada lalat tinggi gula, proses ini rusak - mereka mendapatkan lebih sedikit aktivasi neuron dopamin dan akhirnya makan lebih banyak dari yang mereka butuhkan, yang seiring waktu membuat mereka bertambah berat.”

Baca juga: 6 Cara Efektif Setop Hasrat Santap Makanan Manis



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X