Giliran Starbucks Cabut Iklan di Media Sosial, Termasuk Facebook

Kompas.com - 29/06/2020, 16:35 WIB
Ilustrasi gerai Starbucks di New York, Amerika Serikat, (8/5/2015) SHUTTERSTOCK/PIO3Ilustrasi gerai Starbucks di New York, Amerika Serikat, (8/5/2015)

Trump menulis "ketika penjarahan dimulai, penembakan dimulai", dan dia juga menyebut para demonstran sebagai "penjahat."

Trump membuat pernyataan serupa di Twitter, yang mengungkap kata-kata "memuliakan kekerasan."

Seperti dilaporkan Business Insider, CEO Facebook Mark Zuckerberg mengumumkan pada hari Jumat (26/6/2020), perusahaannya akan melabeli unggahan "layak berita" dari politisi yang melanggar aturan tentang ucapan kebencian atau kekerasan.

Kampanye #StopHateforProfit mengkritik tanggapan Zuckerberg dan menyebutkan 10 langkah yang "tidak akan bisa mengatasi seluruh masalah Facebook."

Starbucks bergabung dengan Coca Cola dan sejumlah brand ternama lain yang mengumumkan pencabutan iklan di media sosial.

Jaringan kopi dunia itu belum mengumumkan jangka waktu untuk pencabutan iklan tersebut.

Sedangkan, perusahaan lain seperti The Hershey Co., Unilever, Verizon, Honda, Birchbox, Ben & Jerry's, The North Face, REI, dan Patagonia telah menghentikan iklan berbayar di Facebook.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X