Berlian Buatan Manusia, Serupa tetapi Tak Sama dengan Permata

Kompas.com - 15/09/2020, 17:15 WIB
Ilustrasi batu berlian. SHUTTERSTOCKIlustrasi batu berlian.

Tanya menjelaskan, tidak hanya indah dan langka, berlian alami yang bisa dipertanggungjawabkan kini menjadi pilihan konsumen di dunia.

“Berlian yang conflict free, yaitu yang ditambang secara bertanggung jawab terhadap lingkungan atau pekerjanya, lebih disukai,” katanya.

Selain itu, perhiasan yang memiliki cerita di baliknya dianggap lebih berharga.

“Konsumen ingin bercerita tentang apa yang dipakainya. Apakah berlian ini memiliki makna tertentu atau lambang tertentu,” ujar Tanya.

Dengan kata lain, berlian alami tentu lebih memilliki cerita yang panjang ketimbang permata yang dihasilkan di laboratorium.

Baca juga: Perhiasan Karya Desainer Indonesia Menyala di Red Carpet

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X