Problem Kesehatan di Balik Siklus Menstruasi yang Tak Teratur

Kompas.com - 01/10/2020, 16:54 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

Wanita yang melaporkan penggunaan alat kontrasepsi antara usia 14-17 tahun berisiko mengalami kematian dini dibandingkan mereka yang mempunyai siklus menstruasi reguler.

Baca juga: Hindari Olahraga Berat Saat Menstruasi, Apa Sebabnya?

Bisa jadi, partisipan yang menggunakan alat kontrasepsi di usia 14-17 tahun diberi resep obat untuk mengatasi masalah kesehatan reproduksi.

Misalnya untuk endometriosis atau sindrom ovarium polikistik (pembesaran ovarium dengan kista kecil).

Namun, penggunaan alat kontrasepsi di usia 18 tahun ke atas tidak terkait risiko kematian, menurut studi tersebut.

3. Menstruasi bisa jadi penanda kesehatan yang sempurna

Penelitian ini tidak menetapkan sebab dan akibat, karena peneliti tidak dapat meminta partisipan untuk mengalami menstruasi tidak teratur dan mempelajari hasilnya.

Hanya saja, studi ini mendukung bukti yang ditemukan, bahwa masalah pada kesehatan reproduksi bisa menunjukkan risiko dari masalah kesehatan lain.

Studi juga mengungkap, hormon reproduksi yang terganggu berkaitan dengan ketidakseimbangan kimiawi, seperti resistensi insulin.

"Jadi, dari hasil studi kami menekankan perlunya penyedia layanan kesehatan untuk memasukkan karakteristik siklus menstruasi sebagai penanda vital dalam menilai status kesehatan perempuan," demikian kesimpulannya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X