Kompas.com - 23/10/2020, 21:35 WIB

Sementara, infeksi jamur tidak menular secara seksual, karena infeksi jamur menyerang saluran vagina.

Namun, infeksi jamur menyebabkan iritasi pada saluran vagina yang lebih mungkin mengeluarkan darah selama atau setelah berhubungan seks.

Baca juga: Perlukah Vagina Dibersihkan Secara Khusus?

2. Vagina yang kering

Selain karena infeksi, bisa jadi vagina mengalami kekeringan.

"Dengan jenis penetrasi apa pun, jika vagina tidak cukup dilumasi, akan menyebabkan banyak gesekan," kata Jessica Geida, DO, ahli kandungan di Axia Women's Health.

Gesekan ini dapat merusak vagina dan menyebabkan robekan pada dinding vagina sehingga menyebabkan perdarahan.

Kekeringan vagina dapat terjadi pada wanita dari segala usia, tetapi umumnya terjadi pada mereka yang memiliki kadar estrogen rendah, seperti wanita pasca menopause dan menyusui.

Estrogen berkontribusi pada kelembapan dan kelenturan jaringan vagina, maka wanita dengan tingkat estrogen rendah lebih rentan mengalami pendarahan saat berhubungan seks.

3. Memiliki polip

Wanita yang memiliki polip rahim cenderung akan mengalami pendarahan setelah berhubungan seks.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.