Kompas.com - 28/10/2020, 14:20 WIB
Ilustrasi tidur tengkurap Ilustrasi tidur tengkurap

1. Tidur siang
Tidur siang sebetulnya memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan.

Namun, strategi tidur siang yang salah dapat membuat kita tetap terjaga ketika tubuh seharusnya tidur.

Penelitian menunjukkan bahwa tidur siang yang terlalu lama di sore hari dapat menyebabkan kita lebih sulit tidur, kurang tidur, dan lebih sering terbangun di malam hari.

Winter merekomendasikan tidur siang selama 20-30 menit, dan tidur siang pada waktu yang sama setiap hari agar tubuh dapat mengantisipasinya.

2. Kecemasan
Pikiran yang terus sibuk tidak kondusif untuk beristirahat.

Tidak heran gangguan tidur menjadi gejala diagnosa untuk beberapa gangguan kecemasan, yang menurut penelitian terdahulu juga dimiliki oleh 24-36 persen orang dengan insomnia.

Kecemasan juga menyebabkan peningkatan kewaspadaan, yang semakin dapat mengganggu tidur.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Waspadai Tanda-tanda Depresi akibat Pandemi

3. Depresi
Menurut ulasan yang diterbitkan pada 2019, hingga 90 persen orang yang didiagnosis depresi juga mengeluhkan kualitas tidur mereka.

Insomnia, narkolepsi, gangguan pernapasan saat tidur, dan sindrom kaki gelisah adalah gejala-gejala yang mereka laporkan.

Hubungan antara masalah tidur dan depresi sangatlah rumit dan tampaknya mengganggu ritme sirkadian.

Halaman:


Sumber Healthline
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.