Kompas.com - 05/11/2020, 11:20 WIB
Legenda Argentina, Diego Maradona, hadir pada kemenangan 4-1 Tottenham atas Liverpool di Stadion Wembley, 22 Oktober 2017. Hasil ini adalah kekalahan besar terakhir The Reds sebelum tumbang 0-3 di markas Watford pada akhir pekan ini. AFP/GLYN KIRKLegenda Argentina, Diego Maradona, hadir pada kemenangan 4-1 Tottenham atas Liverpool di Stadion Wembley, 22 Oktober 2017. Hasil ini adalah kekalahan besar terakhir The Reds sebelum tumbang 0-3 di markas Watford pada akhir pekan ini.

KOMPAS.com - Nama pemain sepak bola Diego Maradona mulai bersinar usai dia mengantarkan tim nasional Argentina merengkuh trofi Piala Dunia 1986.

Sejak itulah, Maradona disebut-sebut sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa. Akan tetapi, usai gantung sepatu di tahun 1997, pemain yang pernah membela Napoli, Barcelona dan Boca Juniors itu mengalami banyak masalah kesehatan.

Salah satunya, pada tahun 2004 dia dirawat di rumah sakit akibat penyakit jantung dan pernapasan terkait perjuangannya mengatasi kecanduan narkoba.

Maradona menjalani operasi bypass lambung untuk mengendalikan berat badannya, dan menerima perawatan akibat penyalahgunaan alkohol.

Di bulan Januari 2019, Maradona mengalami pendarahan internal di perut dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Baca juga: Sebelum Operasi Otak, Diego Maradona Ternyata Sempat Depresi karena Pandemi

Setahun sebelumnya, dia ditemukan pingsan pada pertandingan Argentina kontra Nigeria di ajang Piala Dunia 2018 di Rusia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perdarahan otak

Baru-baru ini, sang legenda berhasil menjalani operasi otak untuk subdural hematoma pada hari Selasa (3/11/2020).

Subdural hematoma adalah perdarahan pada otak yang terjadi karena adanya trauma di kepala sehingga memecah pembuluh darah.

Menurut Leopoldo Luque, ahli bedah saraf dan dokter pribadi Maradona, ia berhasil menangani hematoma eks bintang Argentina tersebut.

"Diego terkendali. Dia memiliki saluran pembuangan kecil untuk mengeluarkan cairan yang rencananya akan kami keluarkan besok. Masa tinggalnya di rumah sakit akan bergantung pada perubahan kondisinya."

Baca juga: Kondisi Terkini Diego Maradona Usai Dilarikan ke Rumah Sakit

Dia menambahkan, prosedur operasi Maradona memakan waktu sekitar 80 menit.

"Awal pemulihannya sangat bagus. Cara dia bereaksi setelah operasi terlihat menjanjikan."

Maradona dirawat di klinik Ipensa di La Plata pada hari Senin (2/11/2020) akibat menderita anemia, dehidrasi dan depresi.

Pada Selasa pagi, hasil pemeriksaan magnetic resonance imaging (MRI) menunjukkan jika Maradona mengalami hematoma subdural.

Maradona menangani tim divisi satu Argentina, Gimnasia y Esgrima de La Plata, namun tidak menemani tim berlatih untuk menghindari Covid-19, karena ia termasuk ke dalam kelompok berisiko.

Dia merayakan ulang tahunnya yang ke-60 di hari Jumat pekan lalu, dan terlihat saat Gimnasia menang 3-0 atas Patronato.

Baca juga: Waspadai, 7 Kebiasaan Buruk yang Merusak Fungsi Otak

Dukungan

Penyerang Argentina dan Barcelona, Lionel Messi mengirimkan pesan dukungan kepada Maradona pada hari Rabu (4/11/2020) melalui akun Instagram-nya, @leomessi.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Diego, toda la fuerza del mundo. Mi familia y yo te queremos ver bien lo antes posible. ¡Un abrazo de corazón!

A post shared by Leo Messi (@leomessi) on Nov 4, 2020 at 5:41am PST

Di dalam unggahan foto yang menampilkan Messi dan Maradona, terdapat caption berbahasa Spanyol yang terjemahannya kurang lebih:

 "Diego, semua kekuatan di dunia. Saya dan keluarga, kami ingin melihat Anda segera pulih. Pelukan dari hati!"


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber ESPN
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.