Kompas.com - 21/12/2020, 06:00 WIB

KOMPAS.com - Memelihara ikan cupang menjadi salah satu hobi yang banyak digrandrungi dalam beberapa bulan terakhir.

Jika dulu ikan cupang dianggap sebagai ikan dengan harga terjangkau dan cenderung "bandel", kini Anda mungkin harus merogoh kocek lebih besar untuk jenis ikan cupang pilihan.

Sebab, karena permintaan yang tinggi kini harga ikan cupang berkualitas baik bisa berkisar mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta Rupiah.

Nah, jika sudah mengeluarkan uang cukup besar, tentunya kita tidak ingin ikan cupang kita cepat mati.

Bagi para pemula, setidaknya ada tiga hal utama yang perlu diperhatikan:

1. Memilih jenis ikan cupang

Tidak semua harga ikan cupang mahal. Tentukan dulu, apakah Anda mau berbisnis, koleksi atau sekadar berlatih memelihara.

Peternak dan penjual ikan cupang asal Bekasi, Eko Supriyadi mengatakan, sebetulnya pemula bisa saja memelihara jenis ikan cupang manapun, tergantung anggaran yang dimiliki.

Namun, ia menyarankan jenis Nemo atau Koi jika mencari yang harganya masih terjangkau, sekaligus berpeluang cukup tinggi dalam menghasilkan keturunan yang mampu bermutasi dengan bagus.

"Jadi sebenarnya untuk pemula bisa main jenis apa saja, tergantung budget. Selain itu tergantung orientasi, mau cuma buat koleksi saja atau buat bisnis," katanya kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Mengapa Harga Ikan Cupang Bisa Capai Puluhan Juta?

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Eco Supriyadi (@eco_s)

2. Perlengkapan

Setelah menentukan jenis ikan cupang yang akan dibeli, jangan lupa untuk mempersiapkan perlengkapan yang dibutuhkan.

Beberapa di antaranya adalah:

  • Wadah.
  • Garam ikan.
  • Daun ketapang, dan
  • Obat biru.

Eko menambahkan, kelebihan ikan cupang asalah dapat bertahan hidup di air minim oksigen.

Jadi, ikan tersebut bisa hidup dengan sehat meski hanya dipelihara di wadah kecil tanpa menggunakan aerator atau filter air.

Meski begitu, pastikan pengaturan airnya tepat.

Jika Anda menggunakan air PAM, pastikan air diendapkan terlebih dahulu selama 24 jam.

Sementara jika menggunakan air sumur, Anda bisa langsung meletakkan ikan di dalamnya tetapi tetap harus menggunakan garam ikan dan daun ketapang.

"Kesalahan umum pemula adalah di setting-an air. Ikan cupang memang mudah dipelihara, tapi agak manja soal air," ucap pria yang memajang koleksi ikan melalui akun Instagram pribadinya, @eco_s dan @cupang_poncol itu.

Baca juga: Beda Karakter Ikan Hias Cupang dan Guppy

3. Pakan
Menyediakan pakan ikan cupang terbilang cukup mudah. Beberapa pakan terbaik antara lain jentik nyamuk, kutu air dan cacing sutra.

Eko menjelaskan, jentik nyamuk dan kutu air menjadi makanan terbaik karena mengandung protein.

Ukurannya yang kecil juga memudahkan ikan untuk mencerna makanannya.

Sementara jika ingin ikan Anda mengejar ukuran tertentu, Anda bisa memberi makan cacing sutra yang tinggi akan lemak.

Tapi ingat, jangan berikan ikan terlalu banyak cacing sutra karena bisa membuatnya terkena penyakit.

"Jangan terlalu banyak karena ikan bisa terkena sisik nanas," ucap Eko.

Baca juga: Selain Cupang, Ada 7 Jenis Ikan Hias yang Juga Menarik

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.