Kompas.com - 26/01/2021, 13:16 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

Selain itu, bermain tanpa aturan juga dapat meningkatkan kepercayaan diri untuk mengikuti rasa ingin tahu, mengembangkan imajinasi, dan konsentrasi pada suatu hal.

"Jangan meremehkan anak-anak yang menghabiskan waktu dengan santai, serta melakukan pekerjaan kecil dan hal-hal lain yang tidak terlalu penting," ungkap dia.

"Sebab, itu akan menjadi pembelajaran yang berskala besar dan bermakna," sambung dia.

Tetapi untuk mendapatkan semua manfaat itu, kita harus mengizinkan balita untuk merasa bosan.

Memang, balita yang suka bermain secara bebas akan lebih berantakan. Tapi ketika sudah sedikit lebih besar, dia akan lebih mudah untuk diajari merapikan mainannya sendiri.

Nah, untuk memulai bermain secara bebas pada anak balita, ada langkah-langkah yang perlu diperhatikan sebagai berikut ini.

1. Tak semua balita memiliki daya imajinasi yang alami

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Orangtua harus memulainya dengan bermain bersama dan ajarkan balita cara bermain secara kreatif. Misalnya, mengubah balok menjadi beberapa bentuk.

2. Membuatnya mulai bermain sendiri

Atur balita bermain untuk mulai bermain sendiri di ruangan yang sama. Sembari bermain sendiri, kita bisa mengajaknya berbicara.

Baca juga: Balita Minum Air Mandi, Apakah Bisa Sakit?

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.