Kompas.com - 21/02/2021, 10:39 WIB
Anak-anak bermain air banjir di Underpass Gonggo, Dusun Jatirasa Tengah, Kelurahan Karangpawitan, Kabupaten Karawang, Sabtu (20/2/2021). KOMPAS.COM/FARIDAAnak-anak bermain air banjir di Underpass Gonggo, Dusun Jatirasa Tengah, Kelurahan Karangpawitan, Kabupaten Karawang, Sabtu (20/2/2021).

KOMPAS.com - Intensitas hujan yang tinggi membuat sebagian besar wilayah Jabodetabek terendam banjir dalam beberapa hari ini.

Tidak dapat dipungkiri, banjir dapat membawa air kotor yang mengandung bakteri jahat sehingga kita mudah terserang penyakit.

Untuk itu, kita harus lebih waspada dan mengetahui jenis-jenis penyakit yang kerap mengintai saat banjir, seperti yang dilansir dari laman Health berikut ini.

1. Gangguan pencernaan

Ketika banjir melanda, kita mungkin tanpa sengaja dapat menelan air banjir yang mengandung bakteri, virus, atau parasit dan menyebabkan gangguan pencernaan.

Baca juga: Catat, Daftar Makanan yang Harus Dibuang Setelah Banjir

"Sebagian besar infeksi ini mungkin cukup ringan dengan gejala muntah atau diare," kata seorang dokter spesialis emergency medicine dari Johns Hopkins University Center for Health Security, Amesh Adalja, MD.

Meski demikian, gangguan pencernaan juga bisa menjadi penyakit yang serius dan menyebabkan dehidrasi yang mengancam jiwa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Cryptosporidium, Giardia, E. coli, serta Salmonella adalah beberapa contoh kuman yang dapat mencemari air banjir dan menyerang bagian perut.

Leptospirosis merupakan penyakit yang paling sering menyerang perut dan menyebar melalui urine tikus maupun hewan pembawa bakteri leptospira lainnya di daerah yang terkena banjir.

Para ahli juga memperingatkan tentang kolera dan demam tifoid, yang keduanya bisa disebabkan oleh air yang terkontaminasi bakteri setelah bencana banjir.

2. Infeksi kulit

Dokter Adalja mengungkapkan, orang-orang yang terdampak banjir akan mengalami lecet, luka, atau gatal-gatal di tubuh mereka karena terinfeksi bakteri dari air.

Jika seseorang terkena infeksi kulit serius seperti necrotizing enterocolitis atau yang dikenal sebagai bakteri pemakan daging itu bisa berakibat pada kematian.

"Bagi yang memiliki luka atau goresan, cobalah untuk menutupinya dan berikan pertolongan pertama dasar," kata dia.

Baca juga: Waspadai 7 Penyakit yang Mengintai Usai Banjir

Apabila infeksi kulit tidak segera sembuh dan kita justru mengalami demam dan menggigil, sebaiknya temui dokter sesegera mungkin.

3. Penyakit dari nyamuk

Masalah lain yang perlu kita waspadai saat banjir datang adalah penyakit yang disebabkan oleh nyamuk.

Nyamuk secara otomatis menemukan tempat berkembang biak di semua puing atau barang-barang yang dapat menampung genangan air setelah banjir.

Beberapa tempat bisa menjadi sarang nyamuk pembawa virus zika, demam berdarah, dan chikungunya.

Oleh karena itu, kita membutuhkan obat anti nyamuk atau serangga dan setelah bencana banjir terjadi, kita perlu melakukan penyemprotan atau fogging guna mencegah penyebaran nyamuk.

4. Hepatitis

Hepatitis memang sering dianggap sebagai penyakit yang menyebar melalui hubungan seks atau penggunaan obat-obatan terlarang.

Namun, jenis penyakit hepatitis tertentu juga dapat ditularkan melalui makanan atau air yang terkontaminasi.

Baca juga: Anak Kos Rentan Kena Typus dan Hepatitis A, Ini Cara Pencegahannya

Hepatitis A dan E, khususnya, dapat menjadi bahaya di daerah yang pernah mengalami banjir.

5. Penyakit legionnaires

Bakteri legionella ditemukan secara alami di dalam air dan ketika orang-orang menelan atau menghirup tetesan air yang terkontaminasi, maka mereka dapat tertular.

Penyakit legionnaires merupakan infeksi pernapasan atau pneumonia yang menyebabkan batuk, sesak napas, demam, dan menggigil.

Seperti kebanyakan infeksi bakteri, penyakit legionnaires biasanya dapat diobati dengan antibiotik meskipun terkadang bisa berakibat fatal, terutama jika tidak terdeteksi lebih awal.

Penyakit legionnaires sering menyebar ketika persediaan air minum terkontaminasi, tetapi ada juga kasus di mana orang-orang terkena penyakit tersebut setelah membersihkan air banjir.

Dokter Adalja mengatakan, kita dapat mengurangi risiko terpapar legionnaires dengan mempraktikkan kebersihan yang baik.

"Sebisa mungkin hindari paparan air banjir pada mulut, hidung, dan mata. Jika kita benar-benar sakit setelah terpapar air banjir, sebutkan gejala yang kita alami ke dokter dengan segera," imbuh dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Health
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.