Kompas.com - 25/02/2021, 19:02 WIB
Ilustrasi kucing mengeong. PIXABAY/FAPRO1Ilustrasi kucing mengeong.

KOMPAS.com - Alasan kucing mengeong bisa berubah seiring bertambahnya usia.

Anak kucing mengeong kepada ibunya ketika lapar, dingin atau takut.

Tetapi, ketika sudah tumbuh besar, kucing menggunakan "bahasa" lain, seperti melolong, menggeram atau mendesis untuk berkomunikasi dengan kucing lain.

Tentu saja seberapa sering kucing mengeong dipengaruhi pula oleh rasnya.

Tapi, jika suatu waktu kucing mengeong terus, lebih banyak daripada biasanya, apa alasannya, ya?

Ternyata, alasannya bisa beragam. Mulai dari sekadar cari perhatian hingga alasan yang lebih serius. Melansir WebMD Pets, beberapa di antaranya:

1. Sakit
Beberapa penyakit bisa menyebabkan kucing merasa lapar, haus atau sakit, semuanya bisa menyebabkan kucing lebih banyak mengeong.

Beberapa kucing, dari segala usia, juga bisa mengalami penyakit tiroid atau ginjal yang terlalu aktif, keduanya dapat menyebabkan kucing mengeong berlebihan.

Baca juga: Cara Kenali Mood Kucing dari Posisi Daun Telinganya

2. Mencari perhatian
Kucing tidak suka sendirian terlalu lama. Untuk itu, kucing sering kali mengeong untuk mengajak pemiliknya bermain, ingin dimanja atau sekadar ingin pemiliknya berbicara dengan mereka.

Jika kamu ingin mengurangi perilaku cari perhatian dari kucingmu, berhentilah merespons ketika kucingmu melakukannya.

Halaman:


Sumber WebMD Pets
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X