Kompas.com - 18/03/2021, 17:03 WIB
Jennifer Bachdim berpose usai menghadiri acara Temu Media AIA di Hotel Raffles, Kuningan, Jakarta, Senin (26/03/2018). Dalam acara ini AIA bersama AIA Global Ambassador David Beckham mengajak masyarakat Indonesia untuk hidup lebih sehat, lebih lama, lebih baik.
KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELIJennifer Bachdim berpose usai menghadiri acara Temu Media AIA di Hotel Raffles, Kuningan, Jakarta, Senin (26/03/2018). Dalam acara ini AIA bersama AIA Global Ambassador David Beckham mengajak masyarakat Indonesia untuk hidup lebih sehat, lebih lama, lebih baik.

KOMPAS.com - Model Jennifer Bachdim baru saja melahirkan anak ketiganya, Kiyoji Kaynen Bachdim pada 11 Maret 2021 lalu.

Usai melahirkan Kiyoji, istri dari pesepakbola Irfan Bachdim itu terlihat beberapa kali mengunggah tentang tubuhnya setelah persalinan.

Hal itu dilakukannya lantaran banyak di antara pengikutnya yang ingin tahu tentang perkembangan tersebut.

Melalui fitur Instagram story di akunnya @jenniferbachdim, Kamis (18/3/2021), Jennifer yang mengenakan celana panjang dan bra menunjukkan pose ketika sedang mengencangkan perut dan dalam posisi rileks.

Pada posisi rileks, ia menunjukkan perut yang masih tampak sedikit membuncit, kulit yang belum kencang, hingga garis kehamilan yang masih tampak tebal.

Pemilik nama lengkap Jennifer Jasmin Kurniawan itu juga mengatakan bahwa saat ini dirinya juga belum bisa kembali berolahraga.

Pada momen tersebut, ia sekaligus berpesan kepada para perempuan yang baru menjadi ibu bahwa kondisi itu tidak apa-apa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya hanya mau kalian tahu bahwa post partum (setelah melahirkan) memang tidak mudah dan kalian tidak perlu khawatir tentang seberapa besar perut kalian. Rawatlah diri kalian dengan baik," ungkapnya.

Baca juga: Selamat, Jennifer Bachdim Melahirkan Anak Ketiga

Jennifer mengingatkan bahwa setiap bentuk tubuh itu cantik dan perubahan tampilan perut yang dialami adalah hal yang luar biasa karena sebelumnya ada bayi di dalam perut para ibu.

Menurut kakak dari Kim Jeffrey Kurniawan itu, para ibu tak perlu terburu-buru atau membandingkan tubuhnya dengan tubuh orang lain. Sebab, setiap tubuh berbeda dan setiap ibu juga melalui masa pemulihan yang berbeda.

Ia berpesan agar para ibu tetap makan sehat, berjalan-jalan dan tak melewatkan waktu berharga bersama bayi masing-masing.

"Karena ini adalah waktu yang sangat indah, jadi jangan khawatir tentang (tampilan) perut ini," katanya.

Baca juga: Jennifer Bachdim Pantang Konsumsi Daging

Mengembalikan perut usai melahirkan

Pesan yang diungkapkan Jennifer rasanya memang begitu dekat dengan para ibu yang baru melahirkan.

Perut ibu memang tidak akan langsung kembali ke bentuk dan ukuran normal usai melahirkan. Namun, menurut Parents, berat badan ibu sebetulnya akan langsung turun sekitar 5 kg.

Juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics, Sarah B Krieger mengatakan, berat badan akan turun karena ketika melahirkan, ibu akan kehilangan darah, cairan dan cairan ketuban.

Lalu, seperti apa gambaran umum proses kembalinya perut ibu ke bentuk dan ukuran awal?

  • Satu minggu setelah melahirkan

Di waktu ini, ibu masih akan banyak mengeluarkan cairan, yang artinya masih akan terus kehilangan berat badan.

Namun, tak perlu terus-menerus mengecek timbangan berat badan. Fokus saja pada ukuran pakaian, apakah sudah mulai mendekati ukuran awal atau belum.

Menyusui juga berperan dalam penurunan berat badan.

Meskipun ibu menyusui disarankan untuk makan 500 kalori lebih banyak, nyatanya banyak ibu menyusui justru mengalami penurunan berat badan.

Tapi, tren ini tidak terjadi pada semua ibu. Beberapa ibu mungkin menurunkan bobotnya lebih cepat, sementara lainnya tidak, baik ibu yang menyusui atau pun tidak.

  • Dua minggu setelah melahirkan

Krieger tidak menyarankan para ibu menimbang berat badannya di periode awal setelah melahirkan. Sebab, ini masih di dalam periode "baby blues", sehingga melihat angka timbangan mungkin akan membuat ibu putus asa.

Ingatlah bahwa angka pada timbangan tidak selalu merefleksikan lemak tubuh. Lebih disarankan untuk mengukur lingkar perut sebulan sekali untuk mengetahui perkembangannya.

  • Satu bulan setelah melahirkan

Menurut American Congress of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), ibu baru biasanya kehilangan berat badan sekitar 9 kg dalam sebulan setelah melahirkan.

Kebanyakan perempuan disarankan untuk menambah bobotnya 11 hingga 13 kg ketika hamil. Oleh karena itu, di periode ini mungkin perut ibu sudah hampir kembali ke ukuran semula.

  • Enam minggu setelah melahirkan

Rahim kembali ke panggul sekitar enam minggu setelah lahir, dan kembali ke ukuran aslinya (mirip dengan kepalan tangan tertutup).

Oleh karena itu, perut mungkin sudah terlihat lebih rata dan lebih kecil.

  • Sembilan bulan setelah melahirkan

Jika selama kehamilan berat badan ibu bertambah lebih dari 11 hingga 13 kg, mungkin perlu waktu lebih lama agar tampilan perut kembali seperti sebelumnya.

Intinya, kata Krieger, setiap perempuan punya perkembangan yang berbeda-beda dalam hal mengembalikan bentuk dan ukuran perutnya setelah melahirkan.

Namun, perlu diketahui bahwa pada beberapa perempuan, kulit kehilangan kemampuannya untuk kembali mendapatkan elastisitas seperti sebelum hamil dan tidak kembali seperti semula.

Baca juga: Cerita Blake Lively, Sempat Hilang Pede Usai Melahirkan

Mengembalikan berat badan normal

Seperti saran Jennifer, membangun atau menjaga kebiasan makan sehat bisa membantu ibu mengembalikan berat badan mendekati normal secara lebih cepat.

"Ibu perlu makan cukup kalori untuk memastikan tubuh mendapatkan vitamin dan mineral yang diperlukan untuk meningkatkan kesehatan kulit dan pemeliharaan berat badan."

"Serta, dengan menambahkan sedikit olahraga setiap hari, ibu tidak hanya menjadi perempuan yang sehat, tetapi juga memberi contoh gaya hidup sehat untuk anak-anak," kata Krieger.

Berolahraga juga bisa membantu menurunkan berat badan.

Namun, setiap ibu memiliki kondisi tubuh dan melalui cara persalinan yang berbeda-beda. Sebelum mulai berolahraga, konsultasikan dengan dokter untuk mencari tahu jenis olahraga yang aman dan tepat, serta durasi dan frekuensi yang dibutuhkan.

Baca juga: Kembali Berolahraga Setelah Melahirkan, Perhatikan 3 Hal Berikut

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
MORE-ABOUT-SEX-EDUCATION
Waspada! 5 Hal Ini Bisa Jadi Penyebab Kita Alami Menstruasi Lebih Singkat
Waspada! 5 Hal Ini Bisa Jadi...
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.