Kompas.com - 03/04/2021, 21:23 WIB
Ilustrasi merokok, bahaya rokok. ShutterstockIlustrasi merokok, bahaya rokok.
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Penyakit jantung disebabkan oleh beberapa faktor risiko tentunya. Namun, merokok disebut sebagai faktor risiko nomor satu penyebab penyakit jantung.

Merokok berada pada puncak atau mendekati puncak daftar risiko penyakit jantung, tidak peduli berapa berat badan Anda,” kata Dr. Luke J. Laffin, MD., Ahli Jantung Preventif.

“Tidak ada yang membantah gagasan bahwa merokok berdampak buruk bagi jantung. Ini juga meningkatkan tekanan darah dan risiko kanker paru-paru."

Baca juga: Mengapa Kebiasaan Merokok Bisa Bahayakan Jantung

Selain kebiasaan merokok, obesitas dan gaya hidup yang tidak aktif menyusul menjadi faktor selanjutnya.

Berat badan berlebih, terutama bila ditemukan lemak berlebih di perut, dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, kolesterol LDL "buruk" yang tinggi, kolesterol HDL "baik" rendah, dan sensitivitas insulin rendah, yang dapat berkembang menjadi diabetes.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dr. Laffin juga mengatakan jika kita hanya duduk-duduk saja, dan kurang bergerak serta berolahraga, itu pun juga kurang baik untuk kesehatan jantung.

Risiko terkena penyakit arteri koroner karena tidak aktif bergerak secara fisik sebanding dengan risiko tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, dan merokok.

Orang yang tidak berolahraga memiliki risiko serangan jantung hampir dua kali lipat dibandingkan mereka yang melakukannya.

Baca juga: Kebanyakan Duduk Sama Mematikannya dengan Merokok, Apa Alasannya?

Selain itu, kondisi lain yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, meliputi:

  • Kondisi inflamasi, seperti rheumatoid arthritis dan psoriasis.
  • Diabetes.
  • Tingkat lipid darah yang tidak normal.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Jenis kemoterapi tertentu.
  • Radiasi ke dada.
  • Depresi.
  • Human immunodeficiency virus (HIV).
  • Keturunan Asia Selatan.
  • Beberapa kondisi yang khusus untuk wanita, di antaranya menopause dini dan preeklamsia.

Seberapa besar pengaruhnya terhadap diri bergantung pada faktor risiko yang tidak dapat kita kendalikan. Termasuk pula faktor usia, jenis kelamin, ras dan genetika.

Jadi, kita tidak bisa menyama-ratakan bahwa faktor risiko penyakit jantung berlaku sama ke semuanya.

Baca juga: Adakah Batas Aman dalam Kebiasaan Merokok?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.