Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 05/04/2021, 10:36 WIB

KOMPAS.com - Sarapan pagi ternyata tidak bisa dilakukan di sembarang waktu. Sarapan pada pagi hari atau sebelum pukul 08.30 ternyata lebih bermanfaat bagi kesehatan.

Menurut penelitian baru yang diterbitkan pada ENDO 2021, konferensi virtual dari para dokter ahli endokrin, makan pada pagi hari dikaitkan dengan penurunan resistensi insulin dan risiko diabetes tipe 2 yang lebih rendah.

Temuan ini merupakan bagian dari studi tentang puasa, tetapi para ilmuwan menemukan bahwa ada manfaat sarapan lebih awal meski kamu tidak berpuasa.

Studi tersebut mengatakan bahwa orang yang sarapan pagi memiliki kadar gula darah yang lebih rendah dan resistensi insulin yang lebih rendah, terlepas dari apakah mereka melakukan diet puasa (intermiten) sehingga membatasi puasa hingga kurang dari 10 jam sehari.

Data dari 10.575 orang dewasa Amerika dari survei nasional tentang kesehatan dan gizi dianalisis untuk melihat apakah ada pola antara waktu makan dan kadar gula darah dan insulin.

Ditemukan bahwa puasa intermiten, atau makan terbatas 10 jam atau kurang dikaitkan dengan resistensi insulin yang lebih tinggi. Artinya, orang yang berpuasa kurang responsif terhadap insulin, hormon yang mengatur kadar gula darah.

Baca juga: 5 Metode Diet Puasa untuk Turunkan Berat Badan, Kamu Perlu Tahu

Resistensi insulin merupakan faktor risiko untuk terjadinya diabetes tipe 2.

Namun, ditemukan bahwa orang yang melakukan sarapan pagi sebelum pukul 08.30 pagi memiliki tingkat resistensi insulin yang lebih rendah, terlepas dari apakah mereka berpuasa atau tidak.

Temuan ini menunjukkan bahwa makan pagi memiliki lebih banyak manfaat metabolik secara keseluruhan.

Lalu, sarapan yang sehat juga mendukung berat badan yang sehat dan energi yang stabil. Langkah terbaik adalah memulai hari dengan sarapan pagi yang mengombinasikan protein, lemak sehat, dan serat.

Baca juga: Pentingnya Sarapan untuk Anak, dan Cara Pilih Menu yang Baik

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.