Kompas.com - 15/04/2021, 11:13 WIB
Presiden Jokowi meninjau pelaksanaan vaksinasi massal COVID-19 di Puri Saren Agung, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, Selasa (16/03/2021). BPMI Setpres/Laily RachevPresiden Jokowi meninjau pelaksanaan vaksinasi massal COVID-19 di Puri Saren Agung, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, Selasa (16/03/2021).

KOMPAS.com - Orang yang sudah divaksin kemungkinan beranggapan jika mereka lebih "bebas" dan bisa bepergian ke mana saja tanpa harus melakukan tes Covid-19. Faktanya, tes Covid-19 masih tetap diperlukan kendati seseorang sudah divaksin.

"Orang yang divaksin harus dites apakah mereka mengalami gejala-gejala Covid-19 atau jika mereka menilai telah terpapar virus secara signifikan."

Demikian kata Dr Anna P. Durbin, profesor di Johns Hopkins University School of Medicine dan John Hopkins Bloomberg School of Public Health di Baltimore, AS.

Namun, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyarankan orang yang sudah divaksinasi tidak perlu dites Covid-19 dan menjalani karantina usai terpapar, jika orang itu tidak menunjukkan gejala.

Baca juga: Perbedaan Swab PCR, Rapid Test Antigen, dan GeNose untuk Tes Covid-19

"Jika gejala berkembang, semua orang, terlepas dari status sudah divaksin atau belum, harus diisolasi dan dievaluasi secara klinis untuk Covid-19, termasuk tes SARS-CoV-2, jika terindikasi," demikian pernyataan yang dibuat oleh CDC.

Seperti dijelaskan Durbin, vaksin dirancang untuk melindungi tubuh dari penyakit, terutama virus pernapasan.

Bukti dari uji klinis menunjukkan vaksin yang baru-baru ini dikembangkan oleh Pfizer dan Moderna memiliki tingkat efektivitas sekitar 95 persen dalam mencegah gejala Covid-19.

Lalu, berdasarkan data real-world, vaksin mRNA mengurangi risiko infeksi hingga 90 persen.

Dalam pernyataan sebelumnya, Johnson & Johnson menyebutkan vaksin buatan perusahaan itu 72 persen efektif dalam mencegah Covid-19 di Amerika.

Akan tetapi, persentase tersebut menurun menjadi 66 persen dalam uji coba yang lebih besar.

Baca juga: Terjadi Kasus Pembekuan Darah Langka, Vaksin Johnson & Johnson Kemungkinan Dihentikan Sementara di AS

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber FOXNEWS
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X