Kompas.com - 17/04/2021, 08:11 WIB
Ilustrasi hacker ShutterstockIlustrasi hacker

KOMPAS.com - Kanal Youtube Gen Halilintar diretas oleh hacker yang diduga berasal dari Rusia.

Baca juga: Channel YouTube Gen Halilintar Hilang, Atta Halilintar Ingatkan YouTuber Lain

Negara di Eropa Timur ini memang dikenal sebagai gudangnya peretas berbahaya di dunia maya.

Jika sudah menjadi korban, dibutuhkan proses panjang dan bahkan sulit untuk mendapatkannya kembali.

Bagi content creator, akun yang diretas tentu menjadi mimpi buruk. Karya yang mereka buat selama ini bisa hilang begitu saja tanpa bekas.

Tentu saja hal ini sangat merugikan, khususnya jika akun tersebut sudah memiliki jutaan followers seperti yang dialami oleh Gen Halilintar.

Selain Rusia, ada sejumlah negara yang sudah dikenal dengan jumlah hacker terbanyak di dunia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bukan hanya merebut akun media sosial selebgram atau pesohor, para peretas ini bahkan menimbulkan berbagai kerugian yang lebih kompleks.

Berikut adalah lima negara yang dikenal memiliki banyak peretas berbahaya di dunia, seperti dilansir laman bba.org.uk:

  • China

Negara Asia ini dikenal dengan kemajuan teknologi dan ekonominya. Begitu pula dengan kemampuan para peretasnya.

British Banker's Association (BBA) menyebutkan 30 persen dari seluruh tindakan peretasan di dunia dilakukan oleh warga China.

Halaman:


Sumber bba.org.uk
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.