Kompas.com - 22/04/2021, 20:21 WIB

KOMPAS.com - Kista bisa muncul di setiap organ tubuh, mulai dari otak, hati, ginjal, indung telur, dan lainnya.

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan, konsultan onkologi, dr M Yusuf, SpOG (K), Onk menjelaskan, kista adalah timbunan cairan pada satu organ di tubuh.

Semakin lama, cairan ini bisa semakin bertambah.

Pada sistem reproduksi, kata Yusuf, kista paling banyak terjadi di indung telur atau dinamakan kista ovarium.

Tak semua kista berbahaya. Yusuf menjelaskan, wanita perlu khawatir jika muncul kista abnormal karena dapat memicu pertumbuhan sel-sel kanker.

"Itu dikatakan kista cokelat. Dengan adanya kista cokelat, nyeri adalah masalah utama yang dirasakan pasien selain masalah gangguan kesuburan," ujar Yusuf dalam sebuah webinar bertajuk "Wanita Perlu Waspada Kista Ovarium", Kamis (22/4/2021).

"Yang lainnya murni karena peradangan atau secara genetik memiliki potensi mengalami mutasi di dalam sel indung telurnya maka akan memicu pertumbuhan sel kanker apabila ini muncul."

Baca juga: Diderita Rachel Goddard, Kenali Miom dan Kista pada Rahim

Yusuf menyebut, di Amerika Serikat, muncul sebanyak 239.000 kasus kanker indung telur setiap tahunnya. Kematian yang ditimbulkan dari jumah tersebut mencapai 152.000 atau lebih dari 50 persennya.

Hal ini diakibatkan penemuan sel kanker yang sudah terlambat atau sudah pada stadium lanjut.

"Sudah banyak penyebaran untuk organ-organ di perutnya. Berdasarkan ini, saya mengajak semua untuk lebih peduli terhadap kista ovarium," katanya.

Gejala kista ovarium

Sayangnya, kanker pada organ reproduksi perempuan masih belum bisa dideteksi secara dini, seperti halnya kanker serviks atau payudara.

Hal yang bisa dilakukan adalah menemukan kasus sesegera mungkin dengan merespons gejala yang dirasakan.

"Jadi, lebih merespons setiap keluhan yang ada dan selalu berdiskusi dengan dokter ginekologi yang lebih memahami masalah ini," ucap Yusur.

Meski kanker indung telur belum bisa dideteksi secara dini, kita masih dapat merespons gejala kista ovarium untuk kemudian mengonsultasikannya dengan dokter.

Beberapa gejala Kista ovarium antara lain:

  • Perut terasa penuh atau begah, sehingga mudah kenyang ketika makan. Hal ini dirasakan jika kondisi kista sudah besar.
  • Siklus menstruasi yang tidak normal atau mengalami nyeri luar biasa ketika menstruasi.
  • Merasa kesakitan ketika penetrasi saat berhubungan intim. Hal ini disebabkan area-area yang ditumbuhi kista meradang dan memberi respons nyeri ketika tersentuh saat berhubungan.
  • Muncul rasa mual dan muntah mirip sakit mag. Ini terjadi karena kista ovarium dapat memengaruhi organ lain di dalam perut, terutama usus.

Baca juga: Penyebab Kista Ovarium dan Faktor Risikonya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.