Kompas.com - 24/04/2021, 15:28 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat menyerahkan Sertifikat SNI Produk Ateja Mask di PT Ateja Tritunggal, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (19/4/2021
DOK. Humas Pemprov Jabar Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat menyerahkan Sertifikat SNI Produk Ateja Mask di PT Ateja Tritunggal, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (19/4/2021

KOMPAS.com – Masker saat ini menjadi benda wajib untuk melindungi manusia dari penularan virus Covid-19. Namun, tidak sembarang masker bisa memberi perlindungan yang dibutuhkan.

Untuk memberikan perlindungan yang efektif pada virus dan bakteri di masa pandemi, PT.ATEJA meluncurkan inovasi masker kain terbarunya yang dilengkapi dengan teknologi V-Shield yang mampu membunuh virus dan bakteri.

Direktur PT. ATEJA Benny Judihardjo menjelaskan, teknologi V-Shield pada awalnya dipakai dalam produk technical tekstil buatannya yang memiliki spesifikasi tahan air, tahan api, dan pelindung dari sinar matahari serta virus.

“Setelah menggeluti technical textile, pada perkembangannya, muncul ide guna membuat kain penunjang kesehatan, yang antara lain tercetus dari kebutuhan salah satu RS. di Kabupaten Bandung Barat, yakni tirai untuk ruang rawat inap pasien,” kata Benny.

Tirai tersebut menggunakan teknologi V-Shield yang mampu mematikan virus dan bakteri yang melekat pada permukaan kain.

Baca juga: Dosen UII: Begini Cara Cek Masker Kain yang Ideal

Menurut Benny, inovasi ini telah disertifikasi oleh Guandong Detection Centre of Microbiology, Tiongkok, yang menyimpulkan bahwa V-Shield produk ATEJA efektif membunuh virus dan bakteri dalam kurun waktu < 2 jam dengan efektivitas mencapai 99,9 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Khusus untuk masker kain, Ateja Mask pertama yang dibuat adalah masker kain dengan tipe flat-fold yang telah melewati proses uji-coba, sebelum akhirnya dipasarkan secara resmi pada 17 April 2020.

Di akhir tahun 2020 lalu, Ateja Mask menjadi satu-satunya produk masker kain produksi Indonesia yang mendapatkan sertifikasi AFNOR UNS-1 (standar masker kain yang dipergunakan di Benua Eropa).

“Hal ini merupakan sebuah kesuksesan tersendiri mengingat Ateja Mask ternyata sejalan dengan acuan standar masker kain WHO melalui Interim Guidance pada Juni 2020,” katanya.

Tak berhenti sampai di situ, menurut Benny, masker kain Ateja juga memenuhi syarat mutu masker kain tipe A,B,C sehingga mendapat sertifikasi SNI.

“Ateja Mask, menjadi yang pertama dan satu-satunya di tanah air yang meraih Sertifikat Produk Penggunaan Tanda Standar Nasional Indonesia (SPPT-SNI) tipe C dari LSpro TEXPA Balai Besar Tekstil,” ujarnya.

Selain masker, saat ini Ateja juga berinovasi memproduksi Ateja Hazmat yang kiwari terbagi atas dua kategori yaitu Medical Hazmat dan Fashion Hazmat, untuk penggunaan di perkantoran, bagi tenaga medis, dan masyarakat umum.

 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.