Kompas.com - 17/05/2021, 11:50 WIB
Miss Myanmar Thuzar Wint Lwin tampil di atas panggung di Miss Universe 2021 di Seminole Hard Rock Hotel & Casino pada 13 Mei 2021 di Hollywood, Florida, AS. RODRIGO VARELA/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/GETTY IMAGES via AFPMiss Myanmar Thuzar Wint Lwin tampil di atas panggung di Miss Universe 2021 di Seminole Hard Rock Hotel & Casino pada 13 Mei 2021 di Hollywood, Florida, AS.

Sebagai gantinya, Thuzar Wint Lwin harus meminjam pakaian dari para konstestan lainnya. Sedangkan penyelenggara membantunya mendapatkan gaun malam.

Warga negara Myanmar yang tinggal di Amerika Serikat kemudian mengirim pakaian tradisional pengganti untuk dikenakan.

Pakaian itulah yang kemudian mengantarkannya menyabet status sebagai Best National Costume di ajang Miss Universe 2021.

Pejuang demokrasi

Selain menghimpun dukungan dunia lewat kontes kecantikan ini, Lwin sebelumnya aktif memperjuangkan demokrasi di negaranya. Misalnya saja terjun langsung melakukan protes di jalanan maupun berdonasi untuk keluarga korban tewas.

Ia juga bicara terbuka dengan berbagai media mengenai kondisi negaranya saat ini, termasuk dengan The New York Times.

Baca juga: 100 Hari Kudeta Myanmar: Rangkuman Peristiwa dan Perkembangan Terkini

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Mereka membunuh orang-orang kami seperti binatang, di mana kemanusiaan? Kami tidak berdaya di sini," jelasnya.

"Tentara berpatroli di kota setiap hari dan kadang-kadang mereka memasang penghalang jalan untuk mengganggu orang-orang yang datang," katanya.

Ia menyebutkan dalam beberapa kasus tentara kerap menembak tanpa ragu-ragu. Karena berbagai alasan ini, rakyatnya merasa takut dan marah setiap kali melihat pihak militer.

Karena sikap dan aksi beraninya ini, wanita berusia 22 tahun ini juga tidak yakin akan kembali dengan selamat ketika kembali ke Myanmar nanti.

Baca juga: Myanmar Masih Krisis, Junta Militer Dapat Investasi Rp 39 Triliun

Ia tak tahu harus pergi ke mana pasca acara berakhir nanti, namun tak ragu untuk tetap memperjuangkan hal terbaik untuk warga negaranya.

Adapun, konflik politik di Myanmar disebabkan karena pimpinan terpilih hasil demokrasi, Aung San Suu Kyi dipenjarakan oleh pihak militer.

Hal ini memicu aksi protes warga dan kemudian menelan korban tewas setidaknya sebanyak 780 orang.

Baca juga: Wakil Meksiko Andrea Meza Jadi Pemenang Miss Universe 2020 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.