Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 20/05/2021, 08:00 WIB

3. Alga

Menurut laporan yang dirilis oleh WWF yang berjudul "The Future 50 Foods," alga atau rumput laut adalah tanaman kaya nutrisi dan memiliki peran penting atas setengah dari semua produksi oksigen di bumi dan semua ekosistem air bergantung padanya.

Tumbuhan laut mengandung asam lemak esensial, kaya vitamin C dan yodium, merupakan sumber antioksidan, dan dikemas dengan protein.

WWF menyoroti rumput laut sebagai salah satu alga yang dapat dimakan sebagai “game changer” karena kemampuannya untuk tumbuh di wilayah lautan yang luas, ketersediaan untuk dipanen sepanjang tahun dan tidak memerlukan penggunaan pestisida atau pupuk.

Baca juga: 7 Jenis Rumput Laut yang Bisa Dimakan, Bikin Jadi Es atau Sup

4. Kacang-kacangan

WWF memuji kacang-kacangan sebagai makanan yang sehat dan juga baik untuk lingkungan, karena kemampuannya untuk mengubah nitrogen dari udara dan mengikatnya menjadi bentuk yang mudah digunakan oleh tanaman.

Kacang-kacangan juga sangat bergantung pada "air hijau", yang mengacu pada air dari presipitasi yang disimpan di akar dan diuapkan, diangkut, atau digabungkan oleh tanaman.

kacang-kacangan seperti lentil, kacang polong, dan buncis, menawarkan nutrisi yang sehat untuk makanan sehari-hari dan merupakan sumber serat, protein, dan vitamin B.

Satu cangkir kacang polong yang dimasak mengandung sekitar 7 gram protein, yang setara dengan satu ons daging.

Baca juga: Manfaat Kacang Merah, Si Kacang Manis yang Kaya Antioksidan

5. Sereal dan biji-bijian

Sereal dan biji-bijian memang memberikan banyak manfaat kesehatan untuk tubuh, karena mengandung serat makanan, mineral, vitamin, dan antioksidan seperti polifenol dan fitosterol.

Sereal dan biji-bijian (seperti gandum dan gandum hitam) memiliki peringkat rendah dalam emisi gas rumah kaca, yang hanya mengeluarkan 1,4 kilogram karbon dioksida per kilogram produk.

Secara umum, produk nabati mengeluarkan emisi 10 hingga 50 kali lebih sedikit dibandingkan produk hewani.

Selain itu, biji-bijian sereal seperti gandum hanya membutuhkan 138 galon air per pon atau setengah kilogramnya, yaitu sekitar 7 persen dari air yang dibutuhkan untuk menghasilkan jumlah yang setara dengan daging sapi.

Baca juga: Ternyata, 5 Makanan Ini Bisa Berdampak Buruk bagi Lingkungan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Sumber realsimple
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.