Kompas.com - 04/06/2021, 17:50 WIB

Kesulitan konsentrasi atau hilangnya motivasi kerja, atau sering disebut 'otak berkabut' juga dianggap terjadi karena pengaruh hormon ini.

Yafi mengaku, pasien yang memiliki kadar testosteron rendah bisa memperbaiki kondisi mentalnya setelah terapi testosteron yang dijalani pasien menunjukkan perbaikan.

Baca juga: Susah Konsentrasi Bukan Masalah Sepele, Kenali Dampaknya

3. Ada banyak jenis testosteron

Yafi menjelaskan, ada tiga macam testosteron. Pertama, ada testosteron bebas atau testosteron yang sudah tersedia untuk digunakan sel-sel tubuh.

Dua jenis testosteron lainnya masing-masing melekat pada protein di dalam darah yang disebut albumin dan globulin pengikat hormon seks, atau sex hormone-binding globulin (SHBG).

Selain testosteron bebas, testosteron albumin juga bisa digunakan tubuh. Kedua jenis testosteron ini dikenal sebagai testosteron yang tersedia secara hayati. Namun, testosteron yang terikat pada protein SHBG berbeda.

Baca juga: Tanda Timbunan Lemak Perut yang Dipengaruhi Hormon

Yafi mengatakan, protein SHBG meningkat seiring bertambahnya usia pria, dan itu turut memengaruhi testosteron yang melekat pada protein SHBG.

Penurunan testosteron yang terkait dengan usia seorang pria, menurut Yafi, tidak selalu menunjukkan jumlah kadar testosteron yang dimiliki pria tersebut.

Tes darah dapat membantu menentukan penyebab rendahnya kadar testosteron pada pria.

4. Terapi yang aman bagi pria dengan kadar testosteron rendah

Ada anggapan bahwa terapi penggantian testosteron atau testosterone replacement therapy sama dengan steroid. Namun faktanya tidak demikian.

"Terapi penggantian testosteron bertujuan meningkatkan testosteron dari tingkat rendah ke normal," kata Yafi.

Baca juga: Meningkatkan Hormon Kebahagiaan, Bagaimana Caranya?

"Terapi ini sama seperti yang dilakukan pada orang yang memiliki hormon tiroid rendah, atau penderita diabetes yang memiliki kadar insulin rendah."

Apabila kadar testosteron di dalam tubuh kita rendah, maka terapi penggantian testosteron bisa mengatasi masalah, namun harus dilakukan oleh dokter yang kompeten.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Sumber Menshealth


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.