Kompas.com - 06/06/2021, 15:41 WIB
Ilustrasi secangkir kopi. Kopi mengandung kafein yang membuat kita terjaga. FREEPIKIlustrasi secangkir kopi. Kopi mengandung kafein yang membuat kita terjaga.

Cara utama untuk melakukannya adalah dengan memerhatikan bagaimana perasaan kita saat sedang minum kopi atau minuman berkafein lainnya sepanjang hari.

Ketika kita mulai merasa tegang, gelisah, dan seperti semuanya dipercepat, itu adalah petunjuk bahwa kita telah mencapai ambang batas," ungkap Wolkin.

"Jadi, catat berapa banyak kafein yang kita minum setelah perasaan itu muncul dengan tujuan untuk membatasi asupan kafein sebelum mencapai ambang batas," tambah dia.

Para ahli juga memperingatkan agar kita tidak secara langsung berhenti mengonsumsi kafein karena bisa menyebabkan sakit kepala, kelelahan, sulit berkonsentrasi, mudah marah, dan bahkan nyeri otot.

Giordano merekomendasikan secara bertahap mengurangi jumlah kafein yang diminum dalam sehari untuk memungkinkan sistem tubuh kembali normal dengan cara yang lebih terukur.

Apabila kita seorang peminum kopi, Cleveland Clinic menganjurkan supaya kita bergantian antara kopi biasa dan kopi tanpa kafein pada awalnya, terutama jika rasa kopi adalah apa yang benar-benar kita cari.

Cobalah cara ini setidaknya selama dua hingga tiga minggu secara bertahap untuk menurunkan jumlah kafein yang diminum dalam sehari dan lihat apa manfaatnya bagi tubuh kita.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X