Kompas.com - 25/06/2021, 18:48 WIB
Gambar ilustrasi: Dokter berbincang dengan pasien anak berstatus Orang Tanpa Gejala COVID-19 di halaman samping mess karantina Rusunawa IAIN Tulungagung, Tulungagung, Jawa Timur, Senin (22/06). ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko/wsj Gambar ilustrasi: Dokter berbincang dengan pasien anak berstatus Orang Tanpa Gejala COVID-19 di halaman samping mess karantina Rusunawa IAIN Tulungagung, Tulungagung, Jawa Timur, Senin (22/06).

KOMPAS.com - Infeksi Covid-19 tidak hanya mengintai para orang dewasa dan lansia, tetapi juga anak-anak. Bahkan, kasus pada kelompok anak-anak terbilang cukup tinggi.

Berdasarkan data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dari total kasus Covid-19 di Indonesia yang telah menembus 2 juta kasus, 12,5 persen di antaranya atau sekitar 200.000 orang merupakan anak-anak.

Meski demikian, tidak semua pasien Covid-19 anak harus dirawat di rumah sakit karena ada beberapa anak yang mungkin bergejala ringan.

Dokter spesialis anak konsultan infeksi dan penyakit tropik, Dr Nina Dwi Putri, Sp.A (K), MSc(TropPaed) pun memberikan tips bagi orangtua dengan anak-anak yang positif Covid-19 dan sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah.

"Hal pertama yang harus dilakukan oleh orangtua adalah memberikan dukungan secara psikologis pada anak-anak untuk mempercepat kesembuhan," katanya dalam webinar RSCM, Jumat (25/6/2021).

Baca juga: Mirisnya Kondisi Pasien Anak di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet

Selain itu, lanjut dia, bagi anak-anak yang sudah memasuki usia remaja, orangtua perlu mengajarkan bagaimana cara merawat diri mereka sendiri dan menekankan pentingnya menerapkan protokol kesehatan di rumah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau orangtua negatif dan hanya anak-anak yang positif, pisahkan juga alat makan mereka dan biasakan mereka beraktivitas terpisah dengan anggota keluarga lain yang negatif," terangnya.

Tetapi, walaupun anak-anak yang positif Covid-19 harus beraktivitas secara terpisah dengan anggota keluarga lain, orangtua wajib memantau dan tetap memberikan perhatiannya dengan menerapkan protokol kesehatan yang baik.

Di samping itu, menurut Nina, pemberian asupan yang bergizi dan bernutrisi pada anak-anak yang positif Covid-19 itu sangatlah penting dalam mempercepat penyembuhan.

"Berikan makanan yang bernutrisi seperti sayuran dan buah-buahan. Jika perlu, tambahkan vitamin C, D, E, dan zinc untuk memperkuat daya tahan tubuh," ujarnya.

Baca juga: 3 Jenis Vitamin untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Nina juga menganjurkan agar orangtua tidak menitipkan anaknya yang terkena Covid-19 kepada nenek atau kakek karena mereka adalah kelompok berisiko tinggi terinfeksi Covid-19.

Apabila membutuhkan bantuan lebih, orangtua bisa memakai jasa pengasuh atau meminta bantuan anggota keluarga yang minim risiko terhadap penularan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.