Kompas.com - 27/06/2021, 08:49 WIB

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Samanta menyarankan agar orangtua bertanya balik kepada anak, dari mana dia mendapatkan pengetahuan itu.

Jika anak menjawabnya dengan "perut", maka orangtua dapat mengoreksi kekeliruan informasi tersebut bahwa bayi keluar dari rahim.

"Kalau anak bertanya lagi, berarti dia mau tahu lebih jauh. Setiap dia tanya, tanya balik lagi dia sudah tahu sejauh apa, tahu dari mana," ucapnya.

Jika keingintahuan anak tinggi dan terus bertanya tentang prosesnya, orangtua bahkan bisa menjelaskan tentang proses persalinan, namun dengan bahasa yang dipahami anak.

Usahakan tidak justru memberi penjelasan yang membuat anak merasa takut dengan proses persalinan, terutama jika anak tersebut perempuan.

Lalu, sejauh apa orangtua perlu membicarakan seks dengan anak?

Menurut Samanta, orangtua bisa berhenti membicarakannya ketika anak berhenti bertanya.

Sebab ketika anak bertanya, artinya dia sudah siap dengan keingintahuan dia dan jawabannya.

"Ketika tidak bertanya, kita semakin jauh menjelaskannya. Informasi terlalu berlebihan akan sulit dicerna oleh anak," ungkapnya.

Selain itu, kita juga bisa mengajak anak main ke toko buku atau membaca buku tentang pubertas dan tumbuh dewasa.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.