Kompas.com - 28/06/2021, 15:29 WIB
Aktris Jessica Mila berperan sebagai Rara dalam film Imperfect saat promo film di di Kantor Redaski Kompas.com, Menara Kompas, Jakarta,Rabu ( 4/12/2019). KOMPAS.com/DIENDRA THIFAL RAHMAHAktris Jessica Mila berperan sebagai Rara dalam film Imperfect saat promo film di di Kantor Redaski Kompas.com, Menara Kompas, Jakarta,Rabu ( 4/12/2019).

Aktris kelahiran 3 Agustus 1992 itu juga menyadari bahwa tangannya sangat sering terasa pegal sebelah jika melakukan aktivitas olahraga yang hanya melibatkan satu tangan.

"Karena mungkin bagian ototnya ada yang lebih lemah, jadi ketika dipakai lebih kaku atau lebih pegal."

"Jadi aku ngerasain sendiri di badanku lebih nyaman melakukan olahraga seperti berenang atau pilates dibandingkan olahraga satu tangan," tuturnya.

Baca juga: Ciri-ciri Skoliosis pada Anak-anak dan Dewasa

Skoliosis biasa ditemukan di usia pubertas

Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi, Konsultan Tulang Belakang Eka Hospital BSD, dr Phedy, SpOT (K) Spine menjelaskan, skoliosis adalah kondisi tulang belakang yang tidak normal karena berbentuk melengkung seperti huruf C atau S.

Ada beberapa faktor penyebab skoliosis. Tipe skoliosis yang dialami oleh Mila, kata Phedy, adalah skoliosis idiopatik atau jenis skoliosis yang didapatkan di masa pertumbuhan.

Sementara jenis lainnya adalah skoliosis degeneratif, skoliosis neuromuscular, hingga skoliosis congenital.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Skoliosis degeneratif terjadi akibat kerusakan bantalan dan tulang belakang yang aus seiring bertambahnya usia. Sedangkan skoliosis neuromuscular diakibatkan kerusakan jaringan saraf dan otot yang menyebabkan kelengkungan tulang belakang dan skoliosis congenital akibat pertumbuhan tulang belakang yang tidak normal ketika masih di dalam kandungan.

"Hampir 80 persen kasus skoliosis yang kami dapatkan adalah skoliosis idiopatik. Banyak terjadi pada remaja, anak SD, SMP, seperti kasusnya Mila," ungkap Phedy.

Selain itu, kasus skoliosis ternyata juga lebih banyak terjadi pada anak perempuan daripada laki-laki.

"80 persen terjadi pada anak perempuan, kalau laki-laki lebih jarang," tambahnya.

Baca juga: 3 Komplikasi akibat Skoliosis yang Tak Bisa Disepelekan

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.