Kompas.com - 05/07/2021, 15:07 WIB
Dalam rangkaian HUT Bhayangkara, ribuan warga menerima vaksin Covid-19 di Taman Budaya Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pekan lalu. KOMPAS.COM/DANI JULIUSDalam rangkaian HUT Bhayangkara, ribuan warga menerima vaksin Covid-19 di Taman Budaya Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pekan lalu.

KOMPAS.com - Semakin cepatnya kemampuan virus corona varian baru dalam menyebar juga menyebabkan peningkatan jumlah orang terinfeksi ulang Covid-19 meskipun telah divaksin.

Banyak di antara pasien Covid-19 adalah orang yang telah divaksin sebagian atau telah menerima kedua dosis vaksin.

Sementara peluang seseorang terinfeksi ulang setelah vaksinnya lengkap mungkin lebih rendah, munculnya varian yang mematikan seperti varian delta membuat kita harus waspada.

Bahkan, beberapa spekulasi menyebutkan kalau varian delta ini dapat melampaui antibodi yang dihasilkan vaksin, sehingga dapat membahayakan kekebalan tubuh.

Baca juga: Perlukah Tes Antibodi Usai Vaksin Covid-19? Ini Kata Dokter

Apalagi, risiko terinfeksi ulang akan berlipat ganda bagi orang-orang yang memiliki kekebalan lemah atau menderita kondisi kesehatan yang membuat vaksin kurang efisien.

Rsiko infeksi dapat berkurang hanya ketika seseorang telah menerima dosis vaksin secara penuh dan kekebalan memang benar-benar telah terbentuk.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, ada pula beberapa kesalahan yang harus dihindari ketika kita sudah divaksin lengkap untuk mencegah risiko tertular Covid-19 kembali.

Untuk mengetahuinya lebih lanjut, simak beberapa hal yang dapat membuat kita berisiko terinfeksi ulang Covid-19 pasca-vaksinasi, seperti yang dilansir dari laman Times of India berikut ini.

Baca juga: Vaksin Covid-19 pada Ibu Hamil Juga Melindungi Janin

1. Tidak mematuhi prokes

Pandemi Covid-19 belum berakhir. Oleh karena itu, kita tetap diwajibkan mematuhi protokol kesehatan (prokes) dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sosial, dan sebagainya.

Sudah divaksin bukan jaminan kita mendapatkan perlindungan yang penuh, tetapi hanya sebagai pencegahan keparahan penyakit dan menurunkan tingkat kematian.

Jangan melepas masker saat berada di luar rumah. Sebab, masker telah terbukti jauh lebih efektif secara klinis untuk mencegah penularan Covid-19. Saat ini, para ahli kesehatan juga aktif merekomendasikan kita menggunakan masker ganda guna proteksi yang maksimal.

Masker dobel yang disarankan adalah masker medis untuk digunakan di dalam dan masker kain di bagian luar.SHUTTERSTOCK/YAMASAN0708 Masker dobel yang disarankan adalah masker medis untuk digunakan di dalam dan masker kain di bagian luar.

2. Memiliki masalah sistem imun

Vaksin menawarkan tingkat perlindungan yang cukup besar ketika sistem kekebalan tubuh kita sehat.

Namun, beberapa bukti menunjukkan bahwa vaksin yang saat ini disetujui efektivitasnya berkurang jika diberikan kepada seseorang dengan kekebalan tubuh yang buruk atau kondisi kesehatan yang lemah.

Beberapa orang dengan kondisi kesehatan yang lemah itu termasuk penderita kanker dan penderita autoimun.

Orang-orang dengan immunocompromised (gangguan sistem imun) juga harus terus mempraktikkan prokes tambahan seperti membatasi aktivitas mereka di luar rumah.

Para ahli kesehatan pun sedang meneliti perlunya booster atau dosis tambahan yang dapat menawarkan perlindungan lebih bagi orang-orang dengan gangguan sistem kekebalan atau memiliki penyakit penyerta (komorbid) tertentu.

Baca juga: 5 Gejala Penyakit Autoimun yang Umum Dirasakan Pengidapnya

3. Berkerumun

Banyak negara yang masih berjuang untuk menurunkan angka infeksi Covid-19 varian baru yang mematikan.

Oleh karena itu, kita harus lebih berhati-hati lagi dalam menjaga diri dan sebisa mungkin tidak mengikuti pertemuan atau berkumpul dengan orang-orang meskipun mereka sudah divaksin.

Pertimbangkan juga demografi acara atau tempat yang akan kita kunjungi sebelum membuat keputusan.

Sesuai panduan ahli, pertemuan di luar ruangan masih lebih aman dari pada di dalam ruangan.

Hindari juga bepergian atau mengunjungi tempat-tempat berisiko tinggi dengan riwayat lonjakan kasus.

Baca juga: Aturan PPKM Darurat: Dokumen Wajib yang Perlu Dibawa untuk Keluar Masuk Jakarta

4. Usia dan jenis kelamin

Selain sejumlah hal yang disebutkan di atas, ada juga faktor-faktor tertentu selain dari kesehatan yang membuat kita dapat terinfeksi ulang pasca-vaksinasi.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa wanita dan orang-orang lanjut usia (lansia) di atas 55 tahun berisiko tinggi terinfeksi ulang Covid-19, serta dapat mengalami keparahan penyakit.

Komorbid yang tidak terkontrol dan dibiarkan tidak terkendali juga dapat menyebabkan kerusakan.

Maka dari itu, kita tidak hanya bisa bergantung pada vaksin untuk melakukan tugasnya, tetapi juga tetap menjaga kesehatan dan pastikan kita mengelola gaya hidup dengan lebih baik.

Baca juga: 5 Jawaban Kekhawatiran Orangtua Soal Vaksin Covid-19 pada Anak

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.