Kompas.com - 10/07/2021, 09:35 WIB

Kemudian, otak akan secara efektif mematikan bagian lain pada otak yang tidak didedikasikan untuk perlindungan dan pertahanan diri.

"Komunikasi yang tenang justru dapat membantu anak merasa aman dan membuat mereka lebih mampu menerima pembelajaran yang kita berikan," kata Markham.

Baca juga: Jadikan Anak sebagai Teman, Pola Asuh Idealkah?

2. Anak merasa tak dihargai

Kebanyakan dari kita, dihargai oleh orang lain menjadi cara bagaimana kita menilai harga diri kita dan memnentukan apakah diri kita penting bagi dunia sekitar atau tidak.

Ketika kita dibentak atau dimarahi, kita akan memandang diri kita tidak memadai, tidak mampu, dan dipertanyakan kemampuannya. Hal ini juga terjadi pada anak.

"Membentak adalah salah satu cara paling cepat untuk membuat seseorang merasa tidak dihargai," ujar Shrand.

Markham berpendapat serupa. Padahal, kata dia, anak-anak seharusnya dapat merasa dirinya dihargai dan tidak merasa kita sebagai musuh.

3. Memicu kecemasan, depresi, dan kepercayaan diri rendah

Sejumlah penelitian menemukan bahwa anak-anak yang dibentak orangtuanya lebih rentan mengalami kecemasan dan tingkat depresinya juga meningkat.

Menurut Markham, perasaan kecemasan didapatkan anak dari orangtuanya. Bagaimana ayah atau ibunya bereaksi terhadap kesalahan yang mereka buat dapat merangsang kecemasan anak. Membentak tentu saja bukanlah pengalaman yang menenangkan buat anak.

Tak hanya itu, psikolog klinis sekaligus penulis There When He Needs You: How to Be an Available, Involved, and Emotionally Connected Father to Your Son, Neil Bernstein, PhD mengatakan, kenegatifan adalah "bahan bakar" untuk kecemasan dan depresi. Pada anak, bentakan orangtua bisa menciptakan ledakan kenegatifan yang akan bertahan lama.

Baca juga: Agar Anak Percaya Diri dan Memiliki Self-Esteem yang Baik

4. Merusak ikatan dengan anak

Kebiasaan membentak akan merusak hubungan baik antara orangtua dan anak. Bentakan tidak akan menumbuhkan empati dan membuat anak merasa orangtuanya tidak berada dalam tim yang sama dengannya.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Parents
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.