Kompas.com - 14/07/2021, 18:19 WIB
Ilustrasi tes kadar gula darah SHUTTERSTOCK/Proxima StudioIlustrasi tes kadar gula darah

KOMPAS.com - Tim ilmuwan di Australia telah menciptakan tes gula darah bebas rasa sakit untuk penderita diabetes atau strip non-invasif yang memeriksa kadar glukosa melalui air liur.

Bagi penderita diabetes, tes kadar gula darah biasanya dilakukan dengan cara menusuk jari mereka beberapa kali sehari dengan lanset dan kemudian menempatkan setetes darah pada strip tes.

Namun, beberapa penderita diabetes menghindari proses yang menyakitkan ini dengan meminimalkan tes dan bisa berdampak negatif pada kontrol gula darah mereka.

Menurut ahli fisika di University of Newcastle di Australia yang juga memimpin riset, Paul Dastoor, tes terbaru ini bekerja dengan menyematkan enzim yang mendeteksi glukosa ke dalam transistor dan dapat mengirimkan keberadaan glukosa.

Dia juga mengungkapkan kalau tes ini diciptakan bebas dari rasa sakit dan murah dengan hasil yang jauh lebih baik bagi penderita diabetes.

Baca juga: 11 Gejala Gula Darah Tinggi yang Perlu Diwaspada

"Air liur kita mengandung glukosa dan konsentrasi glukosa itu mengikuti glukosa darah," jelasnya kepada Al Jazeera.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tetapi konsentrasinya sekitar 100 kali lebih rendah, yang berarti kami harus mengembangkan tes yang berbiaya rendah, mudah dibuat, tetapi memiliki sensitivitas sekitar 100 kali lebih tinggi dari tes darah glukosa standar," sambung dia.

Proyek ini memperoleh dana sebesar 6,3 juta dolar Australia atau sekitar Rp 68 miliar dari pemerintah Australia untuk mendirikan fasilitas produksi alat uji apabila uji klinis lulus.

"Material yang kami gunakan sangat luar biasa. Material itu berjenis tinta elektronik yang bisa berfungsi sebagai material elektronik," terangnya.

"Tapi, bedanya kami bisa mencetaknya dalam skala masif menggunakan alat cetak reel-to-reel, sama seperti alat cetak yang digunakn untuk membuat koran," tambah dia.

Dastoor menambahkan, teknologi itu juga dapat ditransfer ke pengujian Covid-19, serta pengujian alergen, hormon, dan kanker.

Adapun pihak dari University of Newcastle Australia sudah bekerja sama dengan Harvard University dalam tes Covid-19 menggunakan teknologi yang sama.

Baca juga: Diabetes? Ini 10 Makanan Terbaik untuk Kendalikan Gula Darah

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.