Kompas.com - 30/07/2021, 15:11 WIB
Scarlett Johansson dalam salah satu adegan di film Black Widow Rilis Pers DisneyScarlett Johansson dalam salah satu adegan di film Black Widow

KOMPAS.com - Scarlett Johansson menggugat Disney karena menyediakan akses streaming daring film terbarunya, Black Widow, bersamaan dengan jadwal rilisnya di bioskop.

Langkah Disney itu dinilai melanggar kontrak kerja yang terjalin dengan salah satu bintang utama Marcel Cinematic Universe (MCU) ini. Dikatakan bahwa, Marvel Studio, anak perusahaan Disney, menjanjikan kepada Scarlett bahwa film solonya itu akan menjadi theatrical release. 

Istilah ini dimaknai, film yang juga dibintangi Florence Pugh ini akan tayang secara penuh di bioskop selama beberapa waktu baru beralih ke layanan streaming online.

Biasanya, butuh waktu tiga bulan baru penonton bisa menikmatinya secara legal lewat kanal berlangganan.

Baca juga: Asosiasi Pemilik Bioskop di Hollywood Protes Perilisan Black Widow di Disney+

Sayangnya, ketika dirilis secara worldwide pada 9 Juli lalu, Disney juga menyediakan akses secara premium melalui Disney+, platform streaming milik raksasa media ini.

Film superhero itu memecahkan rekor box office untuk pandemi Covid-19 dengan meraup 218 juta dollar Amerika Serikat pada akhir pekan pertamanya. Angka ini juga ditambah ditambah setidaknya 60 juta dollar AS dengan keuntungan dari Disney+ Premier Access.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski demikian, strategi ini disebut membuat Scarlett kehilangan potensi pendapatan, ditambah dengan penerimaan box office yang turun drastis.

Dikutip dari BBC, orang terdekatnya menyatakan, pemeran Natasha Romanoff ini merugi setidaknya 50 juta dollar AS akibat tingkah petinggi Disney ini. Seharusnya, ia bisa mendapatkan bonus box office dari Marvel apabila penayangan dilakukan secara eksklusif di bioskop.

"Berdasarkan informasi yang ada, keputusan untuk melakukan perilisan ganda ini setidaknya karena Disney melihat kesempatan untuk mempromosikan layanan berlangganannya dengan menggunakan film dan Scarlett Johansson," demikian bunyi gugatan tersebut.

Baca juga: Scarlett Johansson Bakal Punya Brand Skin Care Sendiri

Strategi penayangan ganda ini dinilai dilakukan demi menambah jumlah serta mempertahankan jumlah pelanggan di tengah kompetisi layanan streaming yang menggila di masa pandemi ini.

Sementara itu, Disney menganggap gugatan hukum aktrisnya itu tidak bermanfaat dan menyedihkan di tengah situasi pandemi global saat ini.

Juru bicara perusahaan menyatakan, aktris berusia 36 tahun ini seharunya bersyukur karena kehadiran Black Widow di Disney+ justru menambah bonus yang didapatnya.

"Disney telah sepenuhnya memenuhi kontrak Scarlett Johansson dan lebih jauh lagi, perilisan Black Widow di Disney+ dengan akses premier justru meningkatkan nilai kompensasi yang akan didapatnya selain 20 juta dollar yang telah diterima hingga saat ini," kata juru bicara Disney.

Baca juga: Black Widow Puncaki Box Office Dunia pada Masa Pandemi 

 



Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.