Kompas.com - 19/09/2021, 22:00 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi

Ini bisa berarti kita memeriksa diri kita di akhir minggu atau setelah pergi menemui terapis.

Check point juga akan membuat kita dan pasangan bertanggung jawab untuk tetap berada di jalur, dengan apa yang telah disetujui untuk dikerjakan.

Menurut Chlipala, check point dapat bertindak sebagai indikator yang baik apakah kita siap untuk mengakhiri jeda.

Namun, jika kita satu-satunya yang berkomitmen pada check point ini, itu bisa menunjukkan bahwa pasangan belum siap kembali bersama dengan kita.

Baca juga: Awas, Terlalu Sering Bareng Kekasih Malah Bikin Hubungan Membosankan

6. Kembali bersama untuk membuat keputusan

Kembali bersama tidak harus berarti tetap bersama, namun penting untuk saling berdiskusi.

"Jika kalian dapat menyelesaikan masalah bersama itu bagus," ujar Chlipala.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jika tidak, saya merekomendasikan kalian pergi ke terapis yang dapat memberikan informasi yang dibutuhkan untuk membuat hubungan menjadi sehat dan memuaskan," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Sumber Prevention
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.