Kompas.com - 21/10/2021, 17:09 WIB

Terbukti, beberapa konten kreator dari generasi milenial yang menjadi pendukung acara ini berhasil mencuri perhatian dan menunjukan batik bisa dikreasikan sesuai dengan generasi yang berbeda-beda.

Gaya berbatik generasi muda juga sekaligus memberikan nafas baru dan menjadi sumber inspirasi bagi dunia industri batik nasional untuk terus beradaptasi dengan selera dan gaya berbatik yang kekinian.

Selain itu, bersama Museum Tekstil Jakarta, Yayasan Batik Indonesia juga menyelenggarakan beberapa webinar yang berkaitan dengan perkembangan batik di Indonesia.

Salah satu momen indah lainnya dari rangkaian acara Hari Batik Nasional 2021 adalah kehadiran video pendek Yayasan Batik Indonesia di Billboard Times Square New York City pada tanggal 20 Oktober 2021.

Baca juga: Bikin Batik Ikat Celup, Bisa Dilakukan Sendiri di Rumah

Video pendek yang menyajikan berbagai generasi Indonesia dalam balutan busana batik ini ternyata mendapat sambutan baik dari warga New York City yang sedang memasuki musim gugur.

"Harapannya, agar #generasibanggaberbatik yang menjadi salah satu hashtag acara ini, pada akhirnya tidak hanya sekedar menjadi slogan semata."

"Tetapi benar-benar diimplementasikan secara nyata lewat pilihan busana generasi milenial yang datang ke acara Healing Tree Batik Fever Exhibition."

Demikian penuturan Ketua Umum Yayasan Batik Indonesia Yanti Airlangga dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (21/10/2021).

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Geronimo Production (@geronimo_production)

"Semoga semangat #generasibanggaberbatik muncul bukan hanya di kalangan generasi muda sebagai pemakai dan pencinta batik."

"Tetapi juga bisa menjadi pilihan masa depan bagi mereka yang ingin menekuni industri ini," imbuh dia.

Baca juga: Luna Maya Rilis Busana Batik Print buat Anak Muda, Seperti Apa?

Apalagi, industri batik nasional sesungguhnya merupakan salah satu sektor industri yang memberikan kontribusi yang besar, baik dari sisi penyumbang pendapatan nasional, maupun dari sisi penyerapan tenaga kerja.

Dengan demikian, semakin banyak generasi muda yang tertarik untuk masuk dan menjadi bagian dari industri batik nasional, regenerasi pembatik serta pekerjanya akan tetap berkesinambungan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.