Kompas.com - 21/10/2021, 21:12 WIB
Disfungsi seksual sering kali dikaitkan dengan pria. Padahal, wanita juga bisa mengalami disfungsi seksual. UNSPLASH/VLADISLAV MUSLAKOVDisfungsi seksual sering kali dikaitkan dengan pria. Padahal, wanita juga bisa mengalami disfungsi seksual.

KOMPAS.com - Disfungsi seksual sering kali dikaitkan dengan pria. Padahal, wanita juga bisa mengalaminya.

Baik pria maupun wanita memiliki respons seksual normal. Pada wanita, respons seksual umumnya diawali dengan rasa keinginan, timbulnya gairah, klimaks, dan resolusi. Respons tersebut tak selalu berlangsung berurutan. Namun, jika ada tahapan yang terganggu, artinya seorang wanita mengalami disfungsi seksual.

"Disfungsi seksual sering kali dikaitkan dengan laki-laki, padahal perempuan jug bisa mendapatkan masalah yang sama."

Demikian dijelaskan oleh Dokter Spesialis Urologi Konsultan Female, Functional, & Neurology, dr Fina Widya, SpU(K) dalam webinar bersama Eka Hospital, Men's Health and Couple Clinic, Selasa (19/10/2021).

Meski angka kejadian pastinya belum diketahui. Namun, sumber literatur menyebutkan bahwa sebanyak 38-63 persen wanita mengalami disfungsi seksual.

Angka kejadian meningkat seiring bertambahnya usia dan sering dikaitkan dengan proses penuaan atau menopause.

Angka kejadian disfungsi seksual wanita juga meningkat pada individu dengan obesitas, merokok, hipertensi, memiliki masalah jantung, atau kondisi kesehatan mental.

Baca juga: Vagina Kentut Saat Bercinta, Normalkah?

Disfungsi seksual pada wanita

Kategori disfungsi seksual pada wanita dibagi menjadi empat ranah, yakni rendahnya keinginan untuk melakukan aktivitas seksual, gangguan pada fase rangsangan, gangguan fase orgasme, dan nyeri saat berhubungan seksual.

"Untuk prevalensinya, paling banyak berkaitan dengan berkurangnya atau hilangnya keinginan untuk melakukan aktivitas seksual," papar Fina.

Ia menyebutkan, berikut empat jenis disfungsi seksual wanita yang perlu diketahui:

1. Rendahnya keinginan untuk melakukan aktivitas seksual

Salah satu jenis disfungsi seksual pada perempuan adalah Hipoactive Sexual Disorder aatau berkurangnya rasa atau keinginan melakukan hubungan seksual, termasuk kurangnya fantasi atau pikiran untuk melakukan hubungan seksual.PEXELS/COTTONBRO Salah satu jenis disfungsi seksual pada perempuan adalah Hipoactive Sexual Disorder aatau berkurangnya rasa atau keinginan melakukan hubungan seksual, termasuk kurangnya fantasi atau pikiran untuk melakukan hubungan seksual.
Hipoactive Sexual Disorder adalah berkurangnya rasa atau keinginan melakukan hubungan seksual, termasuk kurangnya fantasi atau pikiran untuk melakukan hubungan seksual.

Disfungsi seksual wanita ini biasanya disebabkan karena masalah psikologis, seperti pernah mengalami trauma seksual, atau kondisi fisiologi, seperti berkurangnya hormon tertentu pada kondisi mendekati menopause.

Baca juga: 5 Cara Bangkitkan Gairah Istri yang Enggan Bercinta

2. Gangguan pada fase rangsangan

Gangguan pada fase arousal atau fase rangsangan adalah disfungsi seksual pada wanita berupa ketidakmampuan untuk mempertahankan rangsangan seksual, yang terjadi secara berulang.PEXELS/MATHILDE LANGEVIN Gangguan pada fase arousal atau fase rangsangan adalah disfungsi seksual pada wanita berupa ketidakmampuan untuk mempertahankan rangsangan seksual, yang terjadi secara berulang.
Gangguan pada fase arousal atau fase rangsangan adalah ketidakmampuan untuk mempertahankan rangsangan seksual, yang terjadi secara berulang.

Disfungsi seksual wanita ini biasanya ditandai dengan kurangnya lubrikasi pada fase arousal, berkurangnya sensasi pada area klitoris dan kemaluan, serta kurangnya relaksasi otot-otot vagina.

Pada kondisi ini, terjadi penurunan aliran darah ke vagina yang disebabkan oleh beberapa faktor, seperti penyakit, gangguan kolesterol, dan darah tinggi. Konsumsi obat juga bisa menjadi penyebabnya.

Karena terjadi akibat penurunan aliran darah ke vagina, kondisi ini perlu diwaspadai sebagai tanda awal dari kelainan lain.

Misalnya, adanya gangguan pembuluh darah yang mengakibatkan individu mengalami gangguan pada fase rangsangan.

Baca juga: 5 Alasan Umum Mengapa Wanita Tidak Menikmati Hubungan Intim

3. Gangguan pada fase orgasme

Orgasmic Disorder atau gangguan pada fase orgasme adalah disfungsi seksual pada wanita berupa kesulitan mencapai klimaks atau orgasme setelah stimulasi yang cukup.UNSPLASH/ROMINA FARIAS Orgasmic Disorder atau gangguan pada fase orgasme adalah disfungsi seksual pada wanita berupa kesulitan mencapai klimaks atau orgasme setelah stimulasi yang cukup.
Orgasmic Disorder atau gangguan pada fase orgasme adalah kesulitan mencapai klimaks atau orgasme setelah stimulasi yang cukup. Ini menjadi salah satu disfungsi seksual wanita jika muncul berulang kali atau terus-menerus.

Gangguan pada fase orgasme terbagi menjadi dua, yakni yang bersifat primer dan sekunder.

Gangguan fase orgasme primer adalah ketika seorang wanita tidak pernah mengalami orgasme sama sekali. Ini pada umumnya disebabkan oleh psikologis atau fisiologis.

Sementara gangguan fase orgasme sekunder biasanya disebabkan oleh kondisi seperti gangguan hormon, trauma, atau adanya riwayat pembedahan.

Baca juga: 7 Masalah yang Bikin Perempuan Sulit Orgasme Saat Bercinta

4. Nyeri saat berhubungan seksual

Sexual Pain Disorder atau nyeri saat berhubungan seksual juga merupakan jenis disfungsi seksual pada wanita.UNSPLASH/NICK KARVOUNIS Sexual Pain Disorder atau nyeri saat berhubungan seksual juga merupakan jenis disfungsi seksual pada wanita.
Sexual Pain Disorder atau nyeri saat berhubungan seksual juga merupakan jenis disfungsi seksual wanita.

Biasanya, kondisi ini disebabkan karena kondisi patologis, seperti infeksi daerah kemaluan atau masalah spasme dari sepertiga otot vagina yang menghambat penetrasi.

Baca juga: Jangan Sepelekan, Vagina Lecet Usai Bercinta Mungkin karena 9 Hal Ini

Mengatasi disfungsi seksual pada wanita

Disfungsi seksual, termasuk pada wanita, adalah masalah multifaktor sehingga umumnya diperlukan pendekatan multidisiplin.PEXELS/RON LACH Disfungsi seksual, termasuk pada wanita, adalah masalah multifaktor sehingga umumnya diperlukan pendekatan multidisiplin.
Disfungsi seksual wanita adalah masalah multifaktor sehingga umumnya diperlukan pendekatan multidisiplin.

"Pasien mungkin memerlukan penanganan diari spesialis urologi, obgyn, rehabilitasi medik, hingga psikiatri utk membantu mengatasi disfungsi seksual," tutur Fina.

Mengatasi kondisi yang mendasari sering kali bisa memberikan hasil baik pada wanita yang mengalami disfungsi seksual.

Misalnya, salah satu penelitian menunjukkan, wanita dengan pasangan yang memiliki gangguan seksual, seperti ejakulasi dini atau disfungsi ereksi, cenderung mengalami disfungsi seksual juga akibat masalah dari pasangannya.

"Saat masalah seperti ejakulasi dini dan disfungsi ereksi itu diperbaiki, masalah pada perempuannya bisa diatasi. Jadi butuh kerja sama," ucapnya.

Beberapa perawatan yang mungkin dianjurkan untuk pasien disfungsi seksual wanita, antara lain:

  • Terapi hormon: pemberian hormon esteogen atau campuran estrogen dan testosteron untuk mengurangi nyeri serta membantu mengatasi masalah gairah dan rangsangan rendah.
  • Konseling: pasien menjelani beberapa opsi perawatan seperti terapi seks, yoga, perubahan gaya hidup, serta konseling dengan psikolog atau psikiater.
  • Fisioterapi dengan pelvic floor training: Ini dilakukan untuk memperkuat otot dasar panggul sehingga dapat mengurangi nyeri seksual.
  • Konsumsi obat: Ini bisa dilakukab untuk mengelola penyakit penyerta yang dimiliki pasien disfungsi seksual. Buproprion, misalnya, diberikan untuk masalah gairah rendah dan disfungsi orgasme, sementara PDE 5-inhibitor untuk rangsangan dan gairah rendah.

Baca juga: 9 Hal Penting yang Perlu Diketahui Sebelum Hubungan Intim Pertama Kali

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.