Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kesamaan Putri Mako dan Pangeran Harry, Lepas Status Bangsawan demi Cinta

Kompas.com - 27/10/2021, 09:12 WIB
Sekar Langit Nariswari,
Lusia Kus Anna

Tim Redaksi

Sumber CNN

KOMPAS.com - Putri Mako dari Jepang akhirnya menikahi kekasihnya yang berasal dari masyarakat biasa, Kei Komuro, meskipun diwarnai penolakan publik.

Keponakan Kaisar Naruhito itu menjadi sasaran kritik dan kecaman karena ketetapannya untuk menikahi kekasihnya sejak masa kuliah itu. Keputusannya itu sekaligus membuatnya kehilangan status bangsawan, sesuai dengan aturan yang berlaku di Jepang.

Kisah cinta Putri Mako, yang secara masif diberitakan, ini mungkin terasa familiar bagi publik dunia. Memang ada kemiripan dengan perjuangan Pangeran Harry dalam mempertahankan hubungannya dengan istrinya saat ini, Meghan Markle.

Pangeran Harry dan Putri Mako yang sama-sama menyandang status bangsawan sejak kecil terpaksa melepaskan keistimewaan tersebut. Tujuannya demi bisa hidup bersama orang yang dipilihnya sendiri.

Baca juga: Putri Mako dari Jepang Buka Suara Setelah Menikahi Rakyat Jelata

Kesamaan antara Pangeran Harry dan Putri Mako

Kehidupan bangsawan di era modern memang masih sangat menarik perhatian publik. Penampilan, tingkah laku dan pasangan mereka adalah salah satu yang paling disorot.

Beberapa mendapatkan persetujuan dari masyarakat seperti Pangeran William dan Kate Middleton. Namun ada pula yang menuai kecaman dan kritik karena dianggap tidak sebanding seperti yang dialami Putri Mako dengan Kei Komuro dan Pangeran Harry dan Meghan Markle.

Seperti kisah dongeng, keduanya juga rela melepas status bangsawannya demi bisa hidup bahagia bersama pasangannya. Apa saja kesamaan diantara dua bangsawan muda ini?

Pangeran Harry dan Meghan Markle saat mengunjungi kota New York, AS.Foxnews Pangeran Harry dan Meghan Markle saat mengunjungi kota New York, AS.

Menikahi orang biasa

Putri Mako menikah dengan Kei Komuro pada Selasa (26/10/2010) waktu setempat dalam pernikahan sederhana dan tanpa kemeriahan. Keduanya mendaftarkan diri di kantor catatan sipil lokal untuk perubahan status suami istri itu.

Kei Komuro adalah mahasiswa hukum yang merupakan kekasih Putri Mako selama bertahun-tahun sejak kuliah. Ia bukan merupakan darah biru dan hanya dibesarkan oleh ibu tunggal hingga dewasa.

"Bagi saya, Kei adalah eksistensi yang sangat penting dan tak tergantikan," ujar Putri Mako, usai menikah.

Baca juga: Yang Perlu Kamu Tahu Soal Pernikahan Pangeran Harry-Meghan Markle

Sedangkan Pangeran Harry menikahi Meghan Markel dalam upacara besar-besaran pada 19 Mei 2018 lalu. Acaranya yang menelan biaya ratusan miliar rupiah itu juga dihadiri para selebritas Hollywood.

Setelah bergonta-ganti pasangan, anak bungsu Putri Diana itu mengikat janji setia dengan Meghan Markle, wanita berkebangsaan Amerika. Meghan merupakan aktris televisi yang dikenal karena perannya dalam serial Suit.

Pasangan dianggap tidak ideal

Latar belakang Kei Komuro, suami Putri Mako dianggap tidak ideal sehingga kehadirannya dianggap mencemari sang putri.  Ia berasal dari kalangan biasa dan ibunya tersandung skandal keuangan sehingga dianggap matre serta hanya mencari status dalam pernikahannya.

Terlebih lagi, ia tampil berambut panjang dalam foto terbarunya sebelum pernikahan. Ketika pulang dari New York pada September lalu, pria berusia 30 tahun itu mengikat rambut panjangnya menjadi ekor kuda.

Baca juga: Kisah Pengorbanan Putri Mako dari Jepang demi Menikahi Kekasihnya

Penampilannya itu kembali menjadi sasaran kritik publik karena dinilai tidak cocok untuk calon pengantin dari putri kerajaan. Ia akhirnya memotong rambutnya menjelang pernikahan menjadi lebih rapi.

Halaman:
Sumber CNN
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com