Kompas.com - 01/12/2021, 16:52 WIB
Ilustrasi varian Omicron. Peneliti memegang sampel darah varian baru Covid-19 Omicron (B.1.1.529). Munculnya varian Omicron membuat pemerintah Indonesia membuat kebijakan pelaku perjalanan internasional harus karantina 7-14 hari. SHUTTERSTOCK/angellodecoIlustrasi varian Omicron. Peneliti memegang sampel darah varian baru Covid-19 Omicron (B.1.1.529). Munculnya varian Omicron membuat pemerintah Indonesia membuat kebijakan pelaku perjalanan internasional harus karantina 7-14 hari.

Pilih istilah Omicron, WHO langkahi dua alfabet Yunani

Istilah varian Omicron digunakan memang dimaksudkan untuk memudahkan masyarakat dunia.

Namun, pemilihan terminologi ini menuai sejumlah kritik dari pengguna media sosial yang menilai WHO tidak konsisten dengan kebijakannya.

Pasalnya, organisasi kesehatan dunia ini melewatkan dua alfabet dalam bahasa Yunani sekaligus.

Dua alfabet tersebut yakni 'nu' dan 'xi', langsung menggunakan kata Omicron sehingga tidak urut seperti seharusnya.

Ada yang menilai dua huruf tersebut dilewatkan agar tidak menyinggung perasaaan Presiden China, Xi Jinping.

Namun, kabar tersebut langsung dibantah WHO yang menilai alfebet nu dan xi bisa dengan mudah memicu kesalahan penyebutan.

"'Nu' terlalu mudah dikacaukan dengan 'new,' dan 'Xi' tidak digunakan karena itu adalah nama belakang yang umum," kata Jurubicara WHO.

Disampaikan pula, praktik terbaik penamaan penyakit menyarankan untuk menghindari 'menyebabkan pelanggaran terhadap siapa pun.

Termasuk pula kelompok budaya, sosial, nasional, regional, profesional atau etnis.

Baca juga: Bahaya Masker Katup, yang Disebut Picu Penyebaran Omicron di Hongkong

Hal ini sesuai dengan aturan yang ditetapkan WHO pada Mei 2015, yang menyatakan untuk meminimalkan efek negatif yang tidak perlu pada negara, ekonomi, dan orang-orang ketika menyebut penyakit menular.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.