Kompas.com - 21/12/2021, 13:00 WIB

KOMPAS.com - Produk perawatan kecantikan semakin banyak bertebaran di e-commerce maupun media sosial.

Minat publik yang semakin tinggi untuk menjaga penampilan menjadi salah satu penyebabnya. Baik pria maupun wanita kini memiliki rutinitas perawatan kulit favoritnya masing-masing.

Sejumlah produk baru juga bermunculan termasuk dari brand lokal dengan kualitas yang tak kalah dibandingkan merk luar.

Sayangnya, masih banyak yang menggunakan kosmetik ilegal dan mengandung bahan berbahaya seperti steroid atau merkuri.

Baca juga: BPOM RI Rilis Daftar Kosmetik yang Mengandung Merkuri

Biasanya ini dipicu karena ketidaktahuan akan bahan yang sebaiknya dijauhi dan bahayanya.

Mereka ini terjebak bujuk rayu penjual yang mengklaim produknya ampuh dan mampu memberikan manfaat secara instan.

Salah satu bujukan yang paling efektif adalah mampu memutihkan kulit hanya dalam waktu singkat.

Klaim jika produk yang dijual aman dan terdaftar Badan Pengawas Obat Makanan (BPOM) juga bertebaran meskipun tidak bisa dipastikan kebenarannya.

Ahli dermatologi, Dr. Arini Widodo, SpKK mengingatkan penting untuk memastikan kosmetik yang dibeli benar-benar aman dan tidak percaya begitu saja kepada penjual.

"Selain klaim BPOM, bisa cek no registrasi bpom di website bpom," jelasnya ketika berbincang dengan Kompas.com.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.