Kompas.com - 18/02/2022, 13:44 WIB
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Di industri jam tangan, inspirasi desain bisa datang dari mana saja, termasuk dari peristiwa di masa lalu.

Banyak pembuat jam kenamaan yang mengambil referensi sejarah untuk kemudian dituangkan dalam sebuah arloji, tak terkecuali Roger Dubuis.

Pada 2013, watchmaker yang berbasis di Jenewa, Swiss itu mengungkapkan koleksi "Excalibur Table Ronde" atau juga disebut "Excalibur Knights of the Round Table" untuk pertama kalinya.

Desain Excalibur Knights of the Round Table pertama mengacu pada Abad Pertengahan, menampilkan patung kecil Raja Arthur beserta 11 kesatria memegang pedang di atas meja bundar Winchester.

Sejak saat itu, model arloji ini diluncurkan dalam berbagai versi.

Di tahun 2022, Roger Dubuis membawa kembali Excalibur Knights of the Round Table dengan sejumlah perubahan.

Roger Dubuis Excalibur Knights of the Round Table Boutique Edition Roger Dubuis Excalibur Knights of the Round Table Boutique Edition
Bagian cangkang yang berdiameter 45 mm terbuat dari material rose gold 18 karat. Material ini juga diterapkan di bagian bezel.

Namun, patung 12 kesatria di bagian dial tidak lagi mengelilingi "meja bundar", melainkan permukaan tanah hitam yang memiliki celah berwarna merah.

Efek permukaan tanah yang retak dibuat menggunakan lempengan kaca Murano hitam yang dirakit dengan tangan.

Proses pengerjaan lempengan kaca ini dilakukan di pulau Murano di Venesia, Italia.

Halaman:
Sumber Hypebeast


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.