Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - Diperbarui 29/06/2022, 10:50 WIB

KOMPAS.com - Pengalaman masa kecil yang tidak bahagia memberikan pengaruh pada kehidupan kita sampai saat ini. 

Saat masih berusia dini, kita menyerap banyak hal yang memberikan dampak pada masa dewasa.

Demikian pula ketika mengalami pengalaman negatif yang begitu membekas sehingga terbawa hingga bertahun-tahun kemudian.

Baca juga: Apakah Masa Kecil Kita Traumatis? Begini Cara Mengetahuinya

Annie Wright, LMFT, psikoterapis di Berkeley, Amerika Serikat mengatakan tidak ada daftar tertentu yang bisa menjadikan masa kecil kita tidak bahagia, dalam artian negatif.

Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan, termasuk cara kita mengenang pengalaman ketika kanak-kanak itu.

Namun ia mengatakan, ada lima ciri yang menandakan bahwa masa kecil kita tidak bahagia dan berdampak negatif pada kehidupan saat ini.

Berikut ulasannya,

Suasana hati dan emosi yang tidak stabil

Suasana hati dan emosi yang cenderung tidak stabil dan amat dipengaruhi faktor eksternal, menandakan masa kecil yang kurang bahagia.

"Ketika Anda dianggap baik dan diperlakukan dengan baik, harga diri Anda melonjak. Ketika Anda diperlakukan atau dianggap buruk, kepercayaan diri Anda merosot," kata Wright, yang juga pakar penyembuhan trauma hubungan.

Orang yang tahun-tahun awal hidupnya tergolong buruk tidak jarang memiliki tantangan dengan pengaturan dan keseimbangan emosional.

Baca juga: Trauma Masa Kecil Picu Kebiasaan Gonta-ganti Pasangan, Benarkah?

Sulit mempertahankan hubungan yang baik

Ada kalanya kita merasa begitu tidak beruntung dan selalu gagal memiliki hubungan yang baik.

Contohnya, terjebak dalam toxic relationship, selalu bertengkar dengan pasangan, dan merasa pasangan yang ideal diambil orang lain.

Kita juga merasa memiliki atasan "kejam" di kantor yang mengingatkan kita pada perilaku  buruk orangtua.

Baca juga: 11 Alasan Seseorang Sulit Terbebas dari Toxic Relationship

Hal ini, menurut Wright, adalah ciri khas masa kecil buruk yang tidak kita sadari.

Bukan hal yang aneh bagi mereka yang tumbuh di rumah yang disfungsional, kacau, lalai, atau kasar untuk menghadapi tantangan mencari dan menjaga hubungan yang sehat dan fungsional.

Selalu merasa insecure

Kegagalan dalam mengatasi perasaan insecure bisa berdampak negatif terhadap relasi, karir, dan kehidupan secara umum, bahkan memicu depresi.UNSPLASH/IVAN ALEXIC Kegagalan dalam mengatasi perasaan insecure bisa berdampak negatif terhadap relasi, karir, dan kehidupan secara umum, bahkan memicu depresi.
Masa kecil yang tidak bahagia membuat kita memiliki harga diri yang rendah, persepsi diri yang terganggu, dan selalu insecure.

Ada perasaan jika kita tidak siap dan sedang menjalani kehidupan yang palsu.

Kita takut ada orang yang benar-benar mengenal diri kita dan masa lalu kita maka mereka akan melarikan diri.

Kita hanya berpura-pura percaya diri sambil terus merasa khawatir akan diremehkan dan direndahkan orang lain.

Merasa perlu melarikan diri

Kita mendapatkan dampak negatif dari masa kecil jika kerap merasa kewalahan dengan hidup dan ingin melarikan diri saja.

Kita berusaha melarikan diri dari kebosanan, stres, kewalahan, ketegangan, dan rasa sakit emosional dari kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Trauma dan Kekerasan Masa Kecil Tingkatkan Risiko Sakit Jantung

Caranya bisa melalui tindakan atau zat yang berulang, terkadang secara kompulsif, apapun metodenya.

"Anda menemukan diri Anda menghitung jam sampai Anda bisa melarikan diri, keluar dari zona, bersantai, menghilang," jelas Wright.

Tidak paham dengan hal yang "normal"

Tidak ada hal yang benar-benar normal karena seluruh hal dipengaruhi oleh banyak aspek.

Namun ada semacam "normal" yang kaitannya dengan sesuatu yang berjalan sehat dan fungsional.

Orang dengan masa kecil tidak bahagia dan latar belakang trauma relasional seringkali gagal memahami "normal" seperti itu.

.Getty Images/iStockphoto .
Mereka tidak paham jika hubungan dan kehidupan yang dijalani sebenarnya tidak sehat dan disfungsional karena ketidaktahuan itu.

"Seringkali dalam pekerjaan pemulihan trauma relasional, kami membongkar semua keyakinan maladaptif yang diinternalisasi sejak masa kanak-kanak dan melihat lebih dekat apa sebenarnya "normal" itu," kata Wright. 

Orang seperti ini perlu mengembangkan keyakinan yang lebih fungsional dan adaptif, tentang diri mereka sendiri, orang lain, dan kehidupannya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.