Kompas.com - 05/04/2022, 02:05 WIB

KOMPAS.com - Saat ini banyak informasi yang beredar mengenai tips pola makan yang sehat selama bulan puasa.

Sayangnya, beberapa orang belum bisa memahaminya karena ketidakmengertian mereka soal prinsip gizi seimbang.

Kalau kamu adalah salah satu di antaranya, kamu tidak perlu risau apalagi bingung.

Sebab, Kompas.com telah bertanya kepada ahlinya untuk membantumu memahami apa itu pola makan yang sehat selama puasa secara lebih sederhana dan detail.

Apa itu pola makan sehat?

Pertama-tama harus dipahami dulu bahwa pola makan yang sehat ketika bulan puasa hampir sama seperti hari-hari biasanya.

Yang membedakan hanyalah rentang antara waktu makan ketika sahur dan berbuka yang terpaut cukup lama.

Baca juga: 6 Tips Pola Makan Sehat yang Bikin Pede Saat Berpuasa

Sedangkan, saat hari-hari biasa kita dapat makan sebanyak tiga kali, yakni pagi, siang, dan sore, dengan tambahan camilan sebagai makanan selingan.

Oleh sebab itu, makanan yang bergizi seimbang juga bisa diterapkan baik saat tidak berpuasa maupun ketika Bulan Suci Ramadan.

"Salah satu prinsip utama dalam gizi seimbang adalah keanekaragaman. Jadi jenisnya harus beragam," kata ahli gizi RS Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Banun Ma’rifah Fathsidni.

Saat dihuhungi pada Senin (4/4/2022), ia menjelaskan bahwa keberagaman makanan yang dimaksud terletak pada lengkapnya kebutuhan karbohidrat, protein, lemak, serat, vitamin, dan mineral.

Jadi, dengan menambahkan nasi dengan beragam jenis lauk pauk maka kecukupan gizi bisa dipenuhi.

Lantas, bagaimana cara kita memilih menu yang bergizi seimbang?

Ikuti panduan "isi piringku"

Banun menyarankan orang yang sedang berpuasa untuk mengikuti program "isi piringku" ketika makan di waktu sahur atau berbuka.

Program tersebut merupakan inisiatif dari Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan untuk menyadarkan masyarakat tentang porsi makan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan gizi.

Untuk cara mengikuti Isi Piringku tidaklah susah. Kita cukup menyediakan lauk pauk, buah-buahan, makanan pokok, dan sayuran.

Baca juga: Cara Mengajarkan Anak Pola Makan Sehat Tanpa Food Shaming

"Misalnya ketika sahur asupan makan mencakup sumber karbohidrat, bisa nasi, kentang, nasi merah, atau lainnya," kata Banun.

"Kemudian lauk hewani bisa dari ikan, telur, dan ayam. Sedangkan lauk nabati dapat berupa tempe atau tahu ditambah sayur dan buah," lanjut dia.

Untuk mengetahui berapa takaran makanan yang harus dikonsumsi menggunakan Isi Piringku, simak panduannya di bawah ini:

Makanan pokok:

- Nasi sebanyak 150 gram atau setara 3 centong
- 3 buah kentang berukuran sedang (300 gram)
- 1 1/2 gelas mie kering (75 gram)

Lauk pauk hewani:

- 2 potong ayam berukuran sedang tanpa kulit (80 gram)
- 1 butir telur ayam ukuran sedang (55 gram)
- 2 potong daging sapi sedang (70 gram).

Ketiga jenis lauk hewani itu setara dengan 75 gram ikan kembung.

Lauk pauk nabati:

- Tahu 100 gram atau setara 2 potong tempe (50 gram)

Sayuran:

- 1 mangkok sedang atau setara 150 gram

Buah:

- 150 gram pepaya atau setara 2 potong berukuran sedang
- 2 potong buah jeruk (110 gram)
- 1 buah kecil pisang ambon (50 gram).

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.