Kompas.com - 16/05/2022, 13:20 WIB

KOMPAS.comBelanja mingguan atau bulanan bisa berubah menjadi “bencana” apabila kita tidak dapat mengontrol diri.

Pasalnya kita seringkali memasukkan barang yang tidak dibutuhkan ke dalam troli walau tidak dibutuhkan.

Walhasil saat tiba gilirannya membayar di kasir, kita dibuat kaget dengan total tagihan yang diberikan.

Nah, agar belanja tidak menjadi mimpi buruk, kita harus membuat perencanaan terlebih dahulu.

Baca juga: 4 Tips Belanja Online Tanpa Takut Tertipu Barang Palsu

Lantas, bagaimana caranya? Simak tips dari ahli diet terdaftar asal Cleveland Clinic, Jennifer Hyland, RD berikut ini.

Ilustrasi voucher elektronik.rawpixel.com/ Freepik Ilustrasi voucher elektronik.

1. Siapkan kupon promo

Sebelum membuat daftar belanjaan, kita bisa menyiapkan kupon promo yang pernah didapat.

Atau cek dulu promo di swayalan yang yang akan dituju melalui ponsel pintar agar kita bisa memilih lokasi atau barang yang memberi promo paking menguntungkan.

Periksalah apakah ada promo untuk minimum transaksi atau penawaran menarik jika bertransaksi dengan dompet digital.

2. Buat daftar belanjaan

Kita disarankan membuat daftar belanjaan untuk kebutuhan selama 1-2 minggu ke depan.

Kita tidak harus membeli semua barang yang dibutuhkan untuk satu bulan sekaligus.

Karena ada beberapa sayur atau buah yang tidak bisa bertahan lama. Jadi, tidak ada salahnya dibelanjakan di kesempatan berikutnya.

“Proses ini tidak hanya menguntungkan dompet, tetapi juga waktu di akhir minggu untuk mencari tahu akan membuat makanan apa,” kata Hyland.

"Ini juga akan memastikan Anda tidak perlu mondar-madiir ke supermarkket karena ada yang lupa dibeli."

3. Periksa dapur sebelum belanja

Memeriksa dapur sebelum pergi berbelanja membantu kita agar tidak membeli barang yang sudah ada di rumah.

Selain itu, kita bisa memprediksi seberapa muat lemari, rak, atau kulkas di dapur menampung barang belanjaan.

Periksalah dapur secara teliti supaya tidak ada juga kebutuhan yang terlewat dari daftar belanjaan.

4. Jadikan belanja sebagai aktivitas keluarga

Melibatkan seluruh keluarga adalah cara yang bagus supaya aktivitas belanja menjadi lebih mudah.

“Mintalah anak-anak membantu merencanakan beberapa makanan dan membantu membelanjakannya,” saran Hyland.

Hyland mengatakan, melibatkan anak-anak selama belanja dapat mengajari mereka cara mengelola uang, keterampilan menghitung, dan memasak.

Ilustrasi lorong swalayan.mrsiraphol/ Freepik Ilustrasi lorong swalayan.

5. Tegas pada diri sendiri

Cara lainnya supaya kita cerdas saat berbelanja adalah mengunjungi rak-rak yang menyediakan barang yang ada di daftar belanjaan.

Jangan berjalan ke lorong lain karena bisa membuat kita tergoda mengambil barang yang tidak dibutuhkan.

Selain itu, bersikaplah tegas pada diri sendiri untuk mengikuti daftar belanjaan yang sudah dibuat sebelumnya, meski hal ini tidak mudah.

Jangan membeli barang yang tidak dibutuhkan, apalagi jika harganya tidak sesuai dengan budget belanja.

6. Periksa kualitas makanan

Kalau kita pergi berbelanja untuk membeli bahan-bahan makanan, periksa dulu kualitas barang sebelum memasukannya ke troli.

Tujuannya selain mencegah membeli makanan yang sudah kadaluwarsa, kita juga mengurangi kemungkinan membuang makanan.

Misal, dengan tidak membeli banyak sayur atau buah jika kita hanya ingin memakannya untuk 1-2 hari saja.

Baca juga: Tips Berbelanja Cepat di Supermarket Saat Pandemi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.