Kompas.com - 15/06/2022, 18:30 WIB

KOMPAS.com - Dunia pendidikan Tanah Air kembali tercoreng.

Satu siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kotamobagu, Sulawesi Utara meninggal dunia karena diduga menjadi korban perundungan (bullying) oleh rekan-rekannya sesama pelajar.

Pada 13 Juni 2022, korban yang berinisial BT tersebut awalnya mengaku kesakitan di bagian perut.

Kemudian, orangtua korban membawanya ke sebuah rumah sakit di Kotamobagu.

Sempat dirujuk ke rumah sakit lain, pada Minggu (12/6/2022), BT dinyatakan meninggal dunia.

Baca juga: Mayoritas Pelaku Perundungan Anak adalah Temannya

Selain kasus BT, masih ada kasus lain di Indonesia di mana seorang siswa menjadi korban perundungan oleh teman sekolahnya, hingga akhirnya meninggal dunia.

Pertanyaannya, mengapa anak bisa menjadi pelaku perundungan?

Hal ini diungkap dalam satu studi pada 2015 berjudul The Social, Behavioral, and Emotional Correlates of Bullying and Victimization in a School-Based Sample.

Studi itu menunjukkan, alasan anak melakukan perundungan bisa disebabkan oleh kurangnya kontrol impuls, memiliki masalah dalam mengelola kemarahan, hingga balas dendam.

Lebih lanjut, inilah penyebab anak senang melakukan bullying terhadap temannya, berikut ini.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.