Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 23/06/2022, 09:51 WIB
Dinno Baskoro,
Wisnubrata

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang cukup signifikan pada hampir segala aspek kehidupan, termasuk industri di bidang kesehatan.

Hal itu terlihat dari perubahan gaya hidup masyarakat yang turut menumbuhkan kebutuhan baru terkait inovasi dan perkembangan teknologi di sektor tersebut.

Seperti halnya yang kita lihat pada layanan telemedicine. Inovasi layanan kesehatan jarak jauh ini bahkan sudah bisa diakses jauh sebelum pandemi melanda.

Masyarakat secara umum mungkin menyadari akan inovasi tersebut, tapi pengadopsiannya masih di tahap awal.

"Orang-orang sudah bicara tentang telemedicine 20 tahun lalu, tapi tidak berjalan."

"Setelah Covid (pandemi), kita melihat banyak sekali pasien yang melakukan konsultasi online."

Demikian kata Elie Chaillot, President & CEO of GE Healthcare Intercontinental Region kepada Kompas.com, di Jakarta, belum lama ini.

Sekarang kita dapat melihat orang-orang dengan mudah bisa bertemu dokter atau konsultasi secara daring terkait kondisi kesehatan mereka.

Selain itu, layanan tersebut juga menawarkan pasien untuk membuat janji dengan dokter untuk konsultasi, hingga berobat melalui layanan chat atau video chat.

Kebutuhan tersebut mendorong GE Healtcare, perusahaan yang berfokus pada sektor kesehatan yang sudah beroperasi di Indonesia selama 30 tahun, untuk lebih memajukan pengembangan inovasi kesehatan digital yang mutakhir dan terdepan di industri.

Baca juga: RSD Health Gandeng GE Healthcare Dorong Transformasi Digital Radiologi

Inovasi teknologi berbasis agregasi data AI

Elie Chaillot, President & CEO of GE Healthcare Intercontinental RegionDok. GE Healtcare Elie Chaillot, President & CEO of GE Healthcare Intercontinental Region

Inovasi dan teknologi berbasis digital diharapkan dapat terus berkembang dan berkontribusi bagi masyarakat luas.

Khususnya untuk Indonesia, menurut Elie, pemerintah menghadapi dua persoalan yang perlu diatasi.

Tantangan pertama adalah angka kematian ibu yang mencapai 305 kematian/100.000 kelahiran. Angka tersebut termasuk di atas rata-rata dunia.

Selanjutnya yaitu usia harapan hidup (life expectancy). Usia harapan hidup rata-rata dunia adalah 80 tahun. Sementara di Indonesia tercatat hanya 71 tahun.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com